Mengatur Sebuah Perjalanan (Hitchhiker Indonesia)

Dalam perjalanannya, tiap pejalan akan mempunyai cara untuk menghadapi dunia, membuat hidupnya bahagia dan membuat catatan perjalanannya sendiri.
Pada masa tertentu, perjalanan akan menjadi ingatan-ingatan yang tergambar jelas, seiring rentang waktu berjalan. Untuk mendukungnya, diperlukan manajemen perjalanan sebagai panduan langkah perjalanan dengan minat yang disesuaikan.

Booth Hitchhiker Indonesia, Kompasianival 2015 (doc Titin Edriati)
Booth Hitchhiker Indonesia, Kompasianival 2015
(doc Titin Edriati)

Tentukan jalur hitchhiking. (doc Dhita)
Tentukan jalur hitchhiking.
(doc Dhita)

Mengatur perjalanan agar sesuai seperti yang diinginan mungkin mudah, bila diucapkan. Namun melakukannya? Biasanya, teori dan praktek akan terlihat ketimpangannya. Disadari ataupun tidak, kalimat mainstream ini, akan selalu ada.

Jika berbicara mengenai Manajemen Perjalanan, setiap pejalan mempunyai caranya masing-masing. Itu pun digolongkan pada tipe seperti apa si pejalan. Suka ketinggiankah, kedalamankah, pejalan wisata kota, senang dengan kegiatan ektrim, atau bisa jadi penganut semua lini kegiatan outdoor yang memang sangat antusias.

Manajemen Perjalanan, hubungannya erat dengan mengatur persiapan yang mencakup segala hal oleh pejalan dalam melakukan sebuah perjalanan (petualangan).

Untuk memperkecil, saya sebagai pejalan yang terbiasa dengan hitchhiking atau biasa disebut dengan menumpang dari satu titik ke titik lainnya (baca: About Hitchhiker Indonesia), berbagi mengenai cara mengatur perjalanan sebagai seorang hitchhiker.

Pengelompokkan dikategorikan pada lima hal yakni:

A. Pejalan dilakukan oleh perorangan (pribadi) atau kelompok

B. Tujuan Tempat yang akan dituju, biasanya menjadikan alasan (atau latar belakang), kenapa pejalan ingin kesana. Misalnya, karena hobi, research, olahraga, ekspedisi, atau pun pekerjaan (yang bisa disambi J )

C. Perencanaan Dalam merencanakan sebuah perjalanan, garis merahnya adalah:

  • Medan. Bagaimana kondisi cuaca selama perjalanan, tujuan, akses dan transportasi.
  • Lama perjalanan atau total perjalanan Kapan memulai dan akan berakhir, haruslah dipikirkan.
  • Buatlah rundown singkat untuk perjalanan. Karena terlalu lama di satu tempat jika sedang dalam hitchhiking tidak mendukung melanjutkan perjalanan. Disamping akan betah, memacu semangat memulai hitchhiking kembali akan sedkiti kesulitan. So, keep on track, guys.

D. Dimana Tentukan agar selalu fokus pada perjalanan (kaitannya dengan tujuan dan perlengkapan)

Rute langganan :) (doc pribadi)
Rute langganan 🙂
(doc pribadi)

E. Pelaksanaan Pada pelaksanaannya, mencakup:

Estimasi Waktu. Hitchhiking memerlukan beberapa catatan. Antara lain adalah:

  1. Pemetaan. Catat rute, point per point atau titik berhenti, seperti waktu beristirahat, bermalam, berkunjung ke tempat wisata, dll.
  2. Cut of Time Hithhiking. Hal ini diperlukan. Tenggat waktu berapa lama kita berada di satu tempat (baca rundown).
  3. Waktu normal. Artinya jika dalam perjalanan normal bisa menempuh waktu 4 jam, beri tambahan 2 jam. (untuk menunggu kendaraan menumpang).

Budgeting

  1. Persiapkan secara matang untuk transportasi, akomodasi, kebutuhan selama di perjalanan dan makan.
  2. ANTISIPASI wajib diperhitungkan. Menjaga hal-hal di luar prediksi si pejalan.

Logistik

  1. Pejalan mempunyai rencana perjalanan masing-masing sesuai minat dan tujuan.
  2. Kondisikan sesuai medan yang ingin dikunjungi.

Perlengkapan

  1. Disesuaikan dengan tujuan.
  2. Bisa unconditional, tergantung si pejalan.
Logo By Erick Samuel
Logo By Erick Samuel

Yang kerap diperhatikan, jika menyusun barang dalam ransel/carrier, yaitu:

Packing

  1. Tumpuan keseimbangan bawaan pada beban tubuh. Normal beban 15-20 L per ransel. Dikondisikan dengan lama perjalanan.
  2. Pastikan ransel/carrier yang dibawa atau digunakan nyaman di perjalanan. Lakukan tes packingan, tes jalan dengan memanggul ransel selama 10-15 menit (atau naik turun tangga di rumah, kalau ada J )
  3. Letakkan barang ringan dibagian paling bawah. Misalnya sleepingbag. Diatur saja sesuai kapasitas ransel.
  4. Barang-barang penting taruh diatas yang mudah dijangkau. Seperti jas hujan, senter, P3K, kamera, ID, dll.
  5. Kelompokkan barang-barang tertentu dalam tas kedap air atau plastik. Misalnya pakaian ganti, barang elektronik, buku maupun kertas. (sebisa mungkin kurangi penggunaan plastik).

Double checklist

  1. Buatlah daftar perlengkapan dari awal hingga packing akhir.
  2. Selalu melakukan check and recheck barang dan perlengkapan setelah packingan selesai.
Hitchhiker Indonesia, Kompasianival 2015 (doc Wirawan/Titin)
Hitchhiker Indonesia, Kompasianival 2015
(doc Wirawan/Titin)

PENTING!

MENTAL. Berlaku untuk pribadi maupun kelompok. Kuatkan niat, positive thinking dan berdo`a lah.
FISIK. Pejalan terkadang sering teledor soal ini. Kurang memerhatikan kesehatan. Euphoria bisa meningkatkan rasa bahagia yang menggebu karena akan bertualang. Janganlah menomorduakan kesehatan. Sebaiknya, jaga kondisi tubuh dan cek rencana perjalanan (berapa lama akan melakukan perjalanan).

Setelah selesai dengan hal-hal diatas, proses berikut merupakan tahap akhir dari sebuah perjalanan yang telah kita jalankan. Jangan malas untuk mengevaluasi akhir, karena kita akan belajar banyak hal pada perjalanan yang telah kita lakukan. Evaluasi akhir, akan membantu kita pada tahap

  • Proses pembelajaran
  • Proses memahami kekurangan dan kelebihan dalam bertualang
  • Proses memperbaiki dan mengolah pendewasaan berpikir
  • Proses pengembangan kelebihan untuk tahap perjalanan selanjutnya

BERKELANALAH, kawan.. Lakukan untuk sebuah (maupun beberapa) proses juga untuk arti dari perjalanan, sekolah hidup. Ingatlah bahwa tiap pribadi adalah berbeda. Dan tiap perbedaan adalah indah, di kemudian hari. Semangat berkelana yaaaaa…  🙂  (jie)

 

Tulisan ini ditulis untuk Sharing Manajemen Perjalanan, Acara Kopdarmix, Backpacker Jakarta_BPJ (16/10/2016) di Taman dekat Patung Ikada, Monas, Jakarta, Indonesia.

 

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

8 thoughts on “Mengatur Sebuah Perjalanan (Hitchhiker Indonesia)”

      1. Wahh mantep bener ini, aku baru liat blog ini mbaa wkwkwk banyak ilmu dan pengalaman luar biasaaa, aku mau dong ikutan hitchikers tapi gimana caranya nihhh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s