Awan Rasa di Embung Nglanggeran

ย 

Satu kisah tentang hujan yang membentang gumpalan awan di pagi hari. Satu kisah yang mengantarkan rasa pada keheningan malam. Dan satu kisah yang membuat dunia berputar. Embung Nglanggeran, tempat sepucuk surat diantarkan melalui gelombang awan putihnya.

doc Abbay
doc Abbay

Pulang ke kotamu, sejumput kalimat yang takkan pernah terlupa dari lirik Katon Bagaskara. Mengetengahkan tentang Kota Gudeg yang selalu dikangeni. Yeap, saya adalah satu dari sekian orang yang akan berkata demikian pula. Dan Yogya merupakan satu tempat dengan aneka objek wisata dan kuliner yang bisa disebut sebagai pilihan berlibur tanpa ampun.

Ciptaan tanpa perlu berkata-kata kecuali rasa kangen. Iya nih, melihat Embung Nglanggeran, saya serasa berada di Kota Purwakarta, Bandung dan Makassar sekaligus. Membuat saya berada di tiga tempatkah?

Batu-batu yang terpampang di hadapan selama perjalanannya tak lagi mampu memicingkan mata. Tangan terarah menangkap angin yang tak mungkin didekap. Sejuknya udara yang tercipta dari hembusan angin motor Abbay, menyentuh halus kulit yang tengah merinding diterpa hujan sore itu.

Ahh, di blog ini, saya bebas berkata bukan? Tentang rasa yang tertangkap ketika itu? Tentang Nglanggeran yang menorehkan takut yang terendap? Tentang ingin, namun tak jua mampu menghalaunya meski harus. Deuuuhh… kenapa ini?
*ngelantur dikitlah, kangen..

Keputusan bermain di Embung Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul, Wonosari, diambil cepat ketika hujan semakin deras turun setelah kami menyelesaikan makan siang yang kesorean. 17 kilometer dari arah Seturan ke embung.ย  Kami berjalan melewati beberapa ruas jalan arah ke embung, berbatu. Jalan pun berkelok, tak terlalu mulus beraspal memang. Sebagian jalan pun berwarna putih kekuningan menyerupai kapur.

Sebuah pos berplang hitam putih terlihat di depan. Kami membayar retribusi sebesar 10 ribu serta parkir sebesar 2 ribu. Untuk bermalam, akan dikenakan biaya tambahan 10 ribu per orang. Memang tidak berniat untuk menginap disana karena memang tidak ada rencana. Hanya ingin melihat sunset dan lampu Kota Yogyakarta di malam hari.

Hujan terus saja mengiringi perjalanan kami. Pun ketika kami tiba disana, raungan derasnya memenuhi segenap saung yang kududuki menunggu Abbay yang shalat. Abbay memberikan hapenya pada saya agar bisa memotret puas jajaran Gunung Api Nglanggeran yang menjulang tinggi di depan. Sayang, saya hanya bisa menatap tanpa berhasil memotret sedikitpun. Menghirup udara sejuk dalam-dalam dan menikmati pemandangannya, hanya itu yang saya lakukan.

Sudah lama ngga melihat gunung, ngga lihat jatuhan kabut mesra diantaranya. Tidak juga menyaksikan hujan yang membasahi bumi pada belahan yang saya sukai diantara hijau, coklat dan aroma yang sungguh tak asing ini. Jauuuuuuuhhh……..

doc Abbay
doc Abbay

Hujan mulai merintik, Abbay mengajak saya berjalan ke atas, ke arah embung. Conblok abu-abunya menjadi gelap oleh basahan hujan. Sebuah papan informasi berisi tentang difungsikannya embung sebagai tempat pengairan ke kebun buah, survey lokasi embung, dan yang bersifat teknis, ada disana. Papan ini berada di kanan jalan conblok setelah saung besar tempat penjaga yang aplusan shift jaga disana.

Sebuah papan berisikan tulisan, โ€œDilarang berenang di Embung,โ€ tertera pada papan kayu berwarna coklat di kiri jalan ketika saya naaik di tangga kesekian. 15 menit berjalan kaki hingga ke atas. Abbay berjalan di depan, menunggu saya yang berjalan lambat. Saya ngga bisa jalan cepat.

Apalagi di kondisi hujan dengan tanah basah berwarna coklat dan sedikit liat itu. Ngeri kepleset euy… Saya berhenti sejenak, membaca papan yang tertulis dalam bahasa Jawa.

Hujan terkadang menyebalkan. Kadang ย juga merepotkan, tetapi entahlah…. saya menyukainya. Dinginnya bersahabat untuk badan yang sebenarnya tak mampu menahan dingin. Tapi sekali lagi, saya menyukainya!

doc Abbay
doc Abbay

Tak lama, embung dengan air hijaunya terlihat dari posisi berdiri saya. Kata Abbay, embung di ketinggian ini adalah danau buatan. Dibuka sejak tahun 2013 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X, luas wilayahnya 20 hektare di atas bukit.

Banyak tempat berisitirahat di sekitaran pagar embung. Bangku yang memang disediakan bagi pengunjung, saung beratap ijuk dengan bangku kayu melingkar mengelilingi saung dan sebuah pendopo luas berada diatas Embung Nglanggeran terlihat disana.

Fasilitas di Embung Nglanggeran ini cukup lengkap. Terdapat toilet dua pintu di sisi kiri setelah pondokan jika kita berjalan berlawanan arah jarum jam.ย  Di pos pendopo pun terdapat kabel untuk mencharge.

Diatas pendopo pun tersedia arena camping ground untuk bermalam. Berjalanlah ke arah atas. Bisa muat 5-6 tenda atau sekadar berhammock pun pohon cukup. Ada sebuah datar besar dengan kotak-kotak lampu yang menyerupai kotak surat berwarna merah bata diatas sebuah pondasi.

Oia, jangan lupa untuk keluar dari tenda atau hammock mu jika hari telah menjelang pagi ya teman-teman… terlalu sayang untuk melewatkan pagi yang indah dengan kicauan burung yang menari diatas gumpalan-gumpalan awan yang menggantung di atas Kota Yogyakarta.

Bersiaplah menahan diri agar tak melompat ke atas kasur putih empuk yang tak seperti khayalanmu. Jatuuuhhh ke bumi…. (jie)

doc Abbay
doc Abbay
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s