cerita jiwa

Reduksi Rindu

 

Rindu dalam kimiawi. Rindu yang bersenyawa.
Rindu yang bisa direduksi oleh sebuah pertemuan.

Lawang Sewu, Semarang
Doc by: Dinda Bekti

 

Tak sengaja, kata rindu bisa membuat kosa kata dan kalimat bertambah. Membuat orang berimajinasi lebih pada kata rindu.

Rindu yang tadinya jujur adalah rindu. Rindu yang menurut saya tak harus dikalkulasikan bila terlalu banyak merindu, ternyata bisa diretas oleh kata reduksi. Rindu bisa direduksi oleh pertemuan.

Hahhaa.. reduksi, kata yang berhubungan kimiawi. Hal yang tidak saya masuki, karena seni jauh lebih mematri saya kedalamnya.

Reduksi adalah penambahan elektron dalam sebuah molekul, atom atau ion. Jika terjadi transfer elektron, tidak semua akaΓ± terjadi penambahan. Karena pada praktiknya, transfer tersebut menyebabkan penurunan bilangan oksidasi.

Watta wonderful morning, i am! Pagi-pagi sudah belajar hal baru lagi yeaay πŸ™‚ .
.

Ehem, untuk saya yang mengenal rindu secara seni, mungkin kimia lebih kepada bagaimana melihat rindu dalam pergerakannya.

Berdekatan dengan reduksi, saya mentransfersnya demikian. Bahwa dalam reduksi rindu, naik turunnya adalah wajar. Mengapa? Karena rindu adalah senyawa yang tak bisa dipegang. Ia hanya dapat dirasakan.

Jika reduksi bisa menjadi penambahan, demikian pun dengan rindu. Semakin memendam, semakin jarang berjumpa, semakin bertambahlah rindu.

Selanjutnya, penurunan bilangan tersebut, juga bisa menyebabkan berkurangnya rasa rindu. Bagaimana bisa? Ya kalau isi rindu hanya berkutat dengan adu argumen ngga penting, bete kan? Males, hih! πŸ˜›
hhahahhah

Jadi, sebenarnya rindu pun ternyata bisa dijelaskan dengan akal sehat, ya kan? *ihh sok tau, Jie!

Kalau kata @adriansah_aiy rindu bisa direduksi oleh sebuah pertemuan. Haiyaaaahhhh… mauuu.. mauuuuu..
Boleh panggil rindu, ngga? πŸ‘‰πŸΏπŸ‘ˆπŸ½Β huaaaaa

.
.
.

Location: Lawang Sewu, Semarang
Doc by: @dindabekti
Edit pic by: me

***

Catatan dalam instagram

Iklan

6 tanggapan untuk “Reduksi Rindu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s