Sate Jeruji Klatak AADC 2

Bagi para foodie di Yogyakarta, sate klatakΒ mungkin tidak asing. Namun bagi para penggemar kuliner di luar itu, sate ini terbilang baru. Apalagi bagi saya yang tinggal di perbatasan Bekasi dan Jakarta Timur. Kalau bukan karena @javafoodie mungkin sampai sekarang, saya tidak tahu apa itu sate klatak.
Makan ehm, kuliner yuuuukk ~

Klatak smokey zone πŸ˜€
Doc and taken by Jeje @javafoodie

Sate Pak Bari

Istimewa memang Sate Klatak 🍒 yang disebut-sebut dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC 2) πŸ’‘. Seistimewa perjalanan saya dari Jakarta ke Yogyakarta beberapa bulan di 2016 lalu. Apalagi kalau bukan hitchhiking Jakarta-Jogja, kan? Hmm..

Salah satu wisata kuliner yang dijadikan sebagai latar belakang tempat bertemunya Rangga dan Cinta ini, begitu booming sejak film AADC beredar. Dikisahkan bahwa Rangga dan Cinta saat itu tengah menikmati kelezatan dari sate klatak di warung pak Bari yang berada di lingkungan Pasar Jejeran, Wonokromo, Imogiri, lingkar luar selatan Yogyakarta, ini.

Tempatnya yang sederhana dan terbilang sangat jauh dari tempat nongkrong idola remaja yang dingin, sejuk dan nyaman. Karena berada di petakan pasar, kita duduk hanya beralaskan tikar dan diantara tumpukan barang-barang pemilik penjual yang ada di sekitarnya.

Jika tadinya sate klatak pak Bari ini buka hingga pukul 01.00 wib dinihari, kini tak selalu di jam yang sama, sate tersebut dipastikan akan cepat tutup karena habis. Apalagi jika weekend dan hari libur nasional.

"Kalau kesini jangan kemalamam, mbak. Kadang jam 11 malam saja, sudah mulai tutup," kata salah seorang karyawan pak Bari yang tengah sibuk memasukkan daging kambing dalam tusukan jeruji.

Fakta lain yang didapat adalah bahwa AADC 2 akhirnya membuat pak Bari mempersiapkan 8-10 ekor kambing untuk para penggemar sate kambing dengan bumbu sederhana ini dalam satu harinya. Wuaaahhh.. banyak ya?

Saya mungkin tidak akan tahu tentang sate klatak, kalau saja tidak memenangkan lomba foto di instagram yang diadakan oleh @javafoodie waktu itu. Yang saya tahu kan Yogyakarta itu lekat dengan kuliner gudeg dan bakpia pathuknya. 

Menurut Mas Dadad yang mengajak kami kulineran, pak Bari ini mempunyai saudara yang juga berjualan sate klatak di tempat berbeda. Namanya pak Pong yang berjualan sate klatak di daerah Bantul, Yogyakarta. Tempat makannya juga ramai.

***

Sate Jeruji

Usaha kuliner yang ada sejak tahun 1992 ini, merupakan usaha keluarga turun-menurun dari mbahnya pak Bari yang diteruskan oleh ayahnya.

Pecinta hidangan daging kambing πŸ‘ , tentu akan menyukainya. Daging kambing muda ini dipotong dalam ukuran besar. Puas mengunyahnya dalam hitungan menit. 

Dagingnya ditusuk dengan menggunakan jeruji besi sepeda. Jeruji besi tersebut menghantarkan panas hingga ke tusukan dagingnya, sehingga membuat daging kambing matang merata. Beda dengan sate kambing biasa bukan?

Bumbunya pun khas. Hanya dilumuri garam dan merica saja tanpa tambahan bumbu lain, memberikan rasa gurih dan empuk pada dagingnya. Kuahnya pun hanya disajikan kuah gulai kambing kuning (serupa tongseng) sebagai penggugah seleranya.

Satu porsinya seharga 20 K dengan beberapa tusuk sate. Sate kambing unik ini cukup enak disantap kala perut sedang lapar. Hhahaha.. 

Waktu itu, saya bersama pemenang lomba foto kuliner @jogjafoodrink harus ikut antri demi bisa mencicipi sate klatak pak Bari di Pasar Jejeran, Wonokromo yang mulai beraktifitas sejak habis maghrib ini.

Aroma satenya khas dengan asap arang yang membara diantara kipasan tangan dan kipas angin yang membantu, keluar dari kipasan para pekerja sate pak Bari. Ehh, harus sabar menunggu antrian pesanan sate ini, soalnya memang ramai dan lumayan memakan waktu sampai perut keroncongan menunggunya. 

"Mas Dadad, masih lama kah ini? Ngantuk, tapi lapar," nyengir. Karena sesungguhnya saya menjadi kenyang dengan aroma tercium dan mata mengantuk tapi masih harus menunggu.

Tak berapa lama, sate yang ditunggu pun tersuguh di hadapan. Tidak banyak hidangan sate dalam satu porsinya. Kuah kuning, 3 porsi nasi, 3 teh hangat dan 1 gelas air putih panas pesanan kami, tiba. Santaplah jangan sampai ngences!

***

Kata Saya

Penggemar sate sih saya sebenarnya. Tapi untuk kali ini, saya mungkin akan menyerah pada sate klatak Yogyakarta ini.

Hmm.. karena saya agak susah menggigit dagingnya, (mungkin) saya tidak akan terlalu memasukkannya dalam list kuliner selanjutnya. Susah gigit cuy, dengan kondisi gigi dipagari. Bhhahahahaaa... disamping itu, saya juga kurang terlalu suka dengan masakan yang asin.

Ngga semua kuliner dalam film, sesuai dengan selera kita kan? πŸ˜… Ya pilihan saja. Suka atau tidak dengan kuliner yang sudah pernah kita cicipi, bukan? (jie)

.
.
.

πŸ“Œ Sate Klathak Pasar Jejeran, Wonokromo
πŸ“· @jejeresaputra



 

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

2 thoughts on “Sate Jeruji Klatak AADC 2”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s