Hitchhike Jakarta-Batang: Dua Truk Awali Hitchhike (Part 1)

Perjalanan mendadak selalu ada dalam daftar tak terduga saya. Entah kenapa, keadaan terdesak kadang membuat saya harus memutar otak dengan segera. Mendadak cerdas berkepanjangan kalau sudah hitchhike. Aahahhaah…
Ayok deh ikutin catatan perjalanan hitchhike Jakarta-Batang ya! 😉

A hitchhiker
Doc pribadi

***

Do It Again

Keputusan selalu saja datang mendadak. Iya, entah apa sebabnya, keputusan melakukan hitchhiking adalah pilihan kala saya berada dalam kondisi terdesak, malas mencari kendaraan, ditambah kalau harus berhubungan dengan gadget saya yang lemot untuk urusan mencari. Huah, ampun! Belum lagi jika harus berhubungan dengan waktu yang nyaris tidak pernah bisa berkompromi dengan otak saya. Hhh.. bingung -_-

Ummm, sejujurnya saya lupa. Ketika berdiri menunggu mobil tumpangan ini dimana, ya? Sudah berusaha mengingat, tapi tetap saja memori otak saya tidak menemukannya. Adeuh, nanti ya, kalau saya ingat, diedit lagi tulisannya. Hhehehe

Ingatan saya hanya tertuju pada jalur pertama adalah Jakarta-Brebes. Ya, itu.

Kaki saya tak hentinya bergerak. Cemas menanti kendaraan yang tak kunjung ada. Mundur? Ngga donk. Saya harus sampai di tujuan keinginan. Jangan patah semangat, itu salah satu niat yang saya kumandangkan bagi diri sendiri.

Akhirnya saya bertemu Pak Fauzi (35) dan Pak Rohim (35) yang akan pulang ke kotanya. Truk yang semula berisi sayur dan jagung manis ini, tiba sore tadi pukul 16.00 wib.

Pak Fauzi lebih konsen pada kendaraan dan jalan, jadi tidak banyak berbicara. Kepada Pak Rohimlah, saya banyak bercerita. Tentang usaha yang dijalankannya atau tentang kondisi jalan yang banyak berubah. Bahkan tentang pungli yang kadang harus mereka berikan guna memperlancar perjalanan dan persoalan membawa sayur-mayur hasil kebun di kampungnya itu.

Satu hal yang saya suka saat melakukan perjalanan dengan menumpang ini, banyak cerita yang bisa menjadi cermin diri kita. Pelajaran hidup pun, kadang bisa diperoleh dengan cara seperti tersebut. Mungkin bukan dengan hitchhiking saja, orang yang backpacking pun pasti akan merasakan hal itu.

Tak muluk, saya tak mengkotakkan kendaraan apa yang harus saya naiki. Inginnya selamat, lancar jaya dan sehat hingga tujuan dan pulang nanti.

Do’a kan saya yaaaa…
*seduh kopi 😉
#ceritaejie #hitchhiker #hitchhikerindonesia  #hitchhike #numpang #truksayur  #onthetrack #indonesia

Bertualanglah, maka kau akan belajar memahami kehidupan.
~ jie

Kendaraan pertama, tujuan Brebes.
Doc pribadi

***

Point 2, Tembak Tujuan Akhir

Kedua bapak di mobil truk sayur akan pulang ke rumah di Brebes. Hitungan waktu masih menunjukkan dinihari. Mereka pun menurunkan saya di tempat aman dan terang, pom bensin.
Uugkh, perut saya lapar parah, harus makan nih biar ngga masuk angin. Untung sudah bawa bekal dari rumah. Tempat pemberhentian saya aman untuk makan ini. Ada musholla, kamar mandi dan terpenting, tempatnya ngga sepi.

Saya makan malam (yang terlambat) dan segera menyikat gigi biar ngga banyak yang nempel di kawat gigi. Soalnya nanti kalau pas ngobrol sama pengendara biar ngga malu donk. Waahahhha

Tungguan pertama, ada bus besar arah Semarang. Seorang bapak berbaju hitam di pom, saya diarahkan untuk bertanya kepada pemilik bus. Ya saya coba deh. Kalau sudah begitu, sudah ngga bisa malu lagi. Tujuan saya untuk mendapat kendaraan demi mata dan keselamatan, ada di list otak terjaga saya.

Ngobrol sebentar, ternyata ngga lewat jalur yang saya tanyakan. Oke, tak apa kan? Jangan lesu mah kalau ditolak pengendara 😀

10 menit menunggu selanjutnya dan mampangin tulisan, tiba-tiba ada bapak yang menghampiri saya. Kirain mobil kecil, ternyata, huaaaaaaa… it’s a fuso!

Waiyooooooo…
Tak apa. Setelah nego (istilah saya ngobrol di awal dengan pengendara), saya naik karena tujuan akhir bapaknya adalah Surabaya. Wiiihh.. aasik ya kan? Perkiraan naik fuso, 5 jam akan tiba di tujuan akhir saya. SEMOGA.
*bismillah

Pengemudi Pak Sunarto (30), dengan kenek Toni (15). Fuso ini membawa mighty roll. Kalau di Indonesia-in, artinya adalah gasbul (pemanas air atap rumah), peredam panas (pipa pertamina, knalpot, dll). Tujuan akhir fuso, Cikampek-Surabaya dengan nomor plat S 9920 PB, bawa muatan 1 ton, gasbul. Dulu Pak Sunarto biasa membawa mobil gandeng dengan muatan 40 ton.

Nah, cerita lain lagi yang membuat saya akhirnya tahu tentang gasbul ini. Saya searching di om google tentang peredam panas ini. Mungkin bukan roll tetapi wool. Ya maklum, fuso kan bunyi mesinnya besar, dan para bapak berceritanya juga ngga bisa teriak karena juga ngantuk, kan?

Mungkin maksudnya healtywool atau disebut pula dengan insulasi panas, berfungsi sebagai peredam suara ruangan dan peredam panas atap rumah agar suhu ruangan nyaman. Sementara peredam suara mengurangi intensitas suara masuk dalam ruangan (sumber: graciamakursejahtera.com/ ). Sedangkan glasswool atau gasbul adalah bahan peredam yang dipakai pada motor-motor racing atau seperti yang diceritakan si bapak.

Tahu ngga? Pak Sunarto ini bercerita tentang tempat-tempat wisata loohh.. keren dia.

Katanya, Kuil Sam Poo Kong selain di Semarang, ada di Tuban dan tertua di Asia Tenggarà (belum saya cek sih. Tapi dengar bapak cerita, asik). Klenteng Kepiting adalah nama lain dari Kuil Sam Poo Kong di Tuban.

Ada juga Gereja tertua di Asteng, Mbareng di Jombang. Gereja itu peninggalan jaman Belanda tahun 1000 M. Ia juga bercerita tentang masyarakat di Jombang yang mayoritas muslim, tapi ada gereja. Kehidupan disana pun saling tolenransi beragama.

Hitchhike juga punya cerita seru kan? Jangan kalah sama gengsi 🙂 Tetap saja saya meminta do’a selamat, lancar jaya, sehat selalu sampai tujuan di instagram saya ketika memposting point kedua.
cc: @javafoodie @jogjafoodrink @fajar09@arifkutiah
note: nanti saya berkabar kembali yaaa ^,^

#ceritaejie #hitchhiker #hitchhikerindonesia  #hitchhike #travel #outdoorliving
#challengeme #indonesia

Plat fuso.
Doc pribadi

***

Wah, alarm mata saya sudah mengingatkan untuk segera ke pulau kapuk nih. Ngantuk berat euy. Belum tidur sejak semalam karena ngebet kepengin posting sesuatu untuk lomba rencana perjalanan yang (kembali) telat. Nyahahahaa

Besok saya lanjutin lagi yaaaa… Biar segar!

Selamat berpuasa, teman-teman.. (jie)

***

SS rute Jakarta-Brebes-Batang
Doc pribadi
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

2 thoughts on “Hitchhike Jakarta-Batang: Dua Truk Awali Hitchhike (Part 1)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s