Hitchhike Subah-Yogya: Kendaraan Pribadi Sesuai Mindset (Part 2)

Media sign hitchhiking,.
Doc pribadi.

Perjalanan ini mungkin merupakan titik pertemuan tanpa sengaja yang menjadi catatan saya begitu berwarna selanjutnya. Perjalanan hitchhiking Jakarta-Jogja yang entah sudah berapa kali saya lakukan. Perjalanan sendiri karena saya memenangkan lomba foto di sosial media. Perjalanan yang membuat saya harus menahan mata di 4 jam terakhir akibat kantuk tak tertahankan. Perjuangan selalu membuahkan hasil yang sepadan.
Penasaran ngga? 🤔

***

Pak Agus yang memberikan tumpangan di Brebes.
Doc pribadi

Point 3, Ganti Kendaraan

Ya ampun, mata saya mulai berat. Fuso berjalan demikian lambatnya. Cerita-cerita dan pandangan mata sudah mulai goyang.

Bahaya! Saya harus memutuskan sesuatu sebelum terlelap dan hanya mengikuti arah kendaraan mobil berjalan.

“Ohh my, harus turun dan mencari kendaraan lain nih. Biar semangat dan ngga ngantuk. Sabar ya mataaaaa…” menghibur diri sendiri.

Saya pun turun dari kendaraan fuso. Alasannya karena mengingat jarak tempuh yang saya lalui terlalu lama di kendaraan tersebut. Disamping itu, waktu semakin tipis dari janji bertemu dengan tim pemenang lomba foto.

Tadinya si bapak ngga mau turunin saya, katanya kasihan kalau saya harus mencari tumpangan lagi. Tapi saya jelasin baik-baik alasannya, dan ia memperbolehkan. Huyee! Mari berjuang kembali.

Baru 5 menit berdiri dengan tulisan NUMPANG, sebuah mobil avanza (platnya nanti diupdate), berwarna hitam melihat tulisan saya. Ia berhenti jauh dari saya. Pikir saya, mobilnya melanjutkan perjalanan, ternyata, wohooooo… Avanza tadi mencari putaran arah dan langsung menawarkan tumpangan pada saya.

Namanya Pak Agus (56) yang berprofesi sebagai driver di Stikes Semarang. Beliau akan menjemput tamu di Bandara Ahmad Yani. Ia mengajak saya karena melihat tulisan numpang dan tujuannya searah.

Ketika saya tanya, “Bapak ngga ada rasa khawatir memperbolehkan saya naik kendaraan ini?”

Ia tersenyum ramah dan menjawab, “Saya orang sini, mbak. Dan ini kan siang, jadi ya ngga apa. Kalau malam, mungkin saya agak berpikir untuk mengangkut mbak.”

Ketika saya sibuk untuk mencoba memotret dalam kendaraan, ia melihat kesulitan saya. “Berhenti saja biar ngga goyang ambil gambarnya, mbak,” ujarnya dan kami pun berfoto. Hhahaha… si bapak baik banget mengerti kebutuhan laporan posisi dan tulisan saya.

Kami bercerita tentang kesibukan masing-masing. Pertanyaan paling sering saya dengar adalah kenapa saya berhitchhiking, takut atau ngga numpang sendirian, dan alasan apa yang mendasari saya melakukannya. Mungkin itu diantara sekian banyak pertanyaan.

Dari tempat saya naik di sekitar daerah Batang dan turun di perempatan Semarang (hore, akhirnya saya bisa hitchhike kesini juga setelah 2012 ngga pernah sampai disini disebabkan arah yang berbeda). Karena bingung, saya bertanya pada seorang bapak ojek. Ia menjelaskan arah ke Semarang.

Ehh, saya bingung lagi deh. Mau menyeberang tapi kendaraan lalu-lalang ngga pernah bergantian berhenti rasanya. Akhirnya, si bapak yang saya lupa menanyakan namanya membantu saya menyeberang 😉

Nah, bukankah dengan berpikir positif, maka aura di sekitar pun akan demikian? Lagi-lagi saya berdo’a dalam hati. Semoga saya selalu selamat, lancar jaya, sehat dan tiba di tujuan nanti dengan kondisi baik. AMIN. .

#ceritaejie #ceritapejalan #hitchhiker #hitchhikerindonesia #hitchhike #travel#outdoorliving #challengeme #jawatengah#indonesia

 

***

Bapak tor dan sun` Terima kasih boleh foto di mobilnya, lihat koleksi olahraganya dan menegaskan untuk tidak HH kembali.
Doc pribadi

Positively is Around You

Baru saja saya meletakkan daypack berat itu di dekat kaki. Belum sempat saya membentangkan tulisan numpang. Posisi masih separuh bungkuk membenarkan daypack. Sebuah kendaraan coķlat berhenti tepat di depan saya. Jendelanya terbuka dan terlihat raut muka dimana insting saya bekerja tanggap sesuai keadaan.

“Mbak mau kemana?” tanya bapak bertopi loreng.
“Yogya, pak,” ringan.
“Wes, naik. Tapi saya dekat, nanti turun di Ungaran yaa..”
“Siap, pak.”

Tidak banyak memang yang saya ucapkan. Tanpa ragu, saya naik. Bapak sebelahnya membantu saya. Di dalam mobil, saya tidak sempat memposting apapun karena bercerita banyak. Obrolan dua arah.

Mata saya mengarah ke bangku di sebelah yang berisi senapan keren ala tentara.

Pak Agus (54) dan Pak Apri (50). Sudah 33 tahun tinggal di semarang. Pensiun muda sebagai tentara, tak mengurangi minatnya pada olahraga tembak. Ia rajin latihan ditemani oleh Pak Apri yang tidak terlihat sebagai sun, tetapi lebih ke teman. Tetap saja Pak Apri hormat dan menganggapnya sebagai tor (ini pendapat saya looohh).

Pak Agus tidak khawatir mengajak saya. Katanya, banyak pekerja pabrik dari atas. Misal Jatingaleh, mereka rata-rata menumpang dari pasar ke arah tempat simpang tol Krapyak. Standby memang di tempat saya berdiri. Makanya beliau hapal tempat itu.

Ia pun tanpa diminta selalu membantu untuk orang kalau mau menumpang. Menurutnya tidak semua orang mau memberikan tumpangan. Apalagi kalau inisiatif berhenti dan mengajak, sangat jarang.

See?

Be positive if u re tryin to hitchhiking. Then get as u think 😉
~ jie

#ceritaejie #hitchhiker #hitchhikerindonesia#hitchhiking #positive #thinkingloud #outofbox #hitchhikinglife #Rp0 #freeverywherewithurthumb #outdoorliving #travel #challengeme #jawatengah #indonesia

 

***

Bapak yang sayang ibu bebeb.
Doc pribadi

Salam Hormat, Bapak

Lalu sebelum turun, saya merasa harus mengulang foto. Sebab saya yakin, foto selfie di luar mobil tadi, pasti gelap. Backlight. Ahahahhaha

Pak Agus memperbolehkan saya mengambil gambar dengannya.

Oia, satu lagi. Sebelum turun, ia memesankan kepada Pak Apri, agar mencari bus jurusan Yogya.

“Bus? Tapi saya….” mencoba mengutarakan alasan.
“Nanti Ejie ngga sempat ketemu teman-temannya menepati janji, kalau masih mau numpang-numpang. Jam 11 ini, kan? Pak Apri, bus ya,” tegas.

Pak Apri tidak meninggalkan saya, tetapi malah jalan di depan. Bawaan tentara, begitu kali ya? Kan itu tor yang berbicara. Laksanakan, 87, ndan.

Saya berjalan di belakang mengikutinya. Penuh, tapi ia tidak mundur karena pesan Pak Agus tadi.

Bus penuh dan tinggal Elf saja dengan  bangku luas. Tidak alasan menolak karena Pak Agus menunggu dan menyakinkan bahwa saya sudah berada di kendaraan tujuan.

Pak Apri mengucapkan salam, baru meninggalkan setelah yakin melihat saya naik elf.

Huaaaaahhh…. Rezeki memang ngga akan kemana ya 😀
Nuhun sanget, bapak.. Allah akan memberikan limpahan kepada Anda dan keluarga. Salam sama ibu bebep ya, Pak Agus 🙂 Tetap berdo’a.
AMIN AMIN AMIN

#ceritaejie #ceritahitchhiker #hitchhiker #hitchhikerindonesia #hitchhiking #hitchhikinglife #outdoorliving #positive #lucky #Rp0 #travel #challengeme #freeverywherewithurthumb #jawatengah #indonesia

***

Jalur akhir dimana saya akhhirnya bisa beristirahat. Ehh, tapi harus posting laporan euy. Gatot tidur! Huaaaaa -_-
Doc pribadi

Kendaraan Hitchhiking Akhir

Inilah pesan Pak Agus pada Pak Apri yang mengantarkan saya hingga naik elf di Sukun, Banyumanik.
Ini jarang banget bisa minta tolong fotoin pegang tulisan numpang, dalam elf pula. Mbak Dewi, penumpang elf yang turun di Magelang tadi menolong memotret saya. Tapi kan pengeeeennn.. huaaaa

Hmm.. Terkadang ada saatnya kita bisa menolak. Tetapi untuk beberapa hal, ada kalimat-kalimat orang lain yang harus kita dengarkan.

Pilih dan pilahlah mana yang baik menurutmu. Agar semakin bisa menggunakan nalar dan insting bersamaan. Jangan semua ditelan, berproseslah.
~ jie

Terima kasih:
Pak Agus dan Pak Apri, Simpang Semarang-Sukun
Pak Agus, Subah-Simpang Semarang
Pak Sunarto dan Toni, Brebes-Subah
Pak Fauzi dan Pak Rohim, Jakarta-Brebes

Lainnya nanti kalau sudah wilayah aman dan kelar ketemuan teman-teman, saya posting lagi hitchhikenya yaakk?? Pegel tangan Ejie. Baru tidur setengah jam euy dr kemarin. NGANTUK 😴😴😴

Juga elf yang platnya saya belum tahu ini. Akan mengantarkan saya ke Jombor. Sejujurnya saya belum tahu dimana itu. Sementara saya ditunggu teman baru di dekat kosannya di Ambarukmo Plaza atau Hotel. Hhahahhaa …

Eheem, saya ngantuk dan buta peta saya sudah mulai berlaku kalau di dalam kota deh. PARAH EJIE!

JADI PIYE IKI YOOO?? Haiyaaaaaahh ejieeeeeee -_-

Teruntuk:
@sahabatkn yang memperbolehkan saya laporan pemantau HH disana
@arifkutiah kijang pemantau saya
@fajar09 si pembaca telepati
@jogjafoodrink yang selalu menjaga dan bertanya saya di wasap
@javafoodie mamas yang juga menebak, saya pasti hitchhiking! 😀

Hitchhiking tanpa sengaja… into you ❤
Doc pribadi, taken pic by Nuri

TADAIMA, Yogyakartaaaaaa… 💗💚💗
#ceritaejie #ceritahitchhiker #hitchhikingbymyself #hitchhiker #hitchhikerindonesia #hitchhiking #hitchhikinglife #Rp0 #freeverywherewithurthumb #travel #challengeme #numpang #jawatengah #indonesia

 

***

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s