Hammockers Jakarta: Corong Ngatung di Taman Honda

Bulan penuh berkah hadir kembali. Para penggantung ayunan (hammockers) kembali menggaungkan Ngatung di Kode #3 . Penuh dengan warna-warni hammock, penuh lampu, penuh komunitas, penuh suasana ceria, dan mendadak ada games berhadiah! Huyee banget ya, kan?

Hammocking Taman Honda.
Doc by @nyokmlaku

Ngatung Kedua

Untuk kedua kalinya, Hammockers Jakarta kembali mengadakan buka bersama sembari menggantung. Tema yang kerap dihadirkan adalah NGATUNG (Ngabuburit sambil Gantung). Kali ini dipadukan dengan KODE #3 (Kopdar DKI).

Tahun lalu, acara diadakan di GBK (Gelora Bung Karno) karena tempat berkumpul teman-teman hammockers,Β disana. Tempat bersama dimana kami kerap berolahraga lari, berenang, kopdar, bermain, bercerita, bahkan seperti tempat keseharian bertemu sembari menggantung.

Sudah lama tidak main kesana, karena memang tengah ada perombakan di wilayah tersebut. Jadi taman-taman kota adalah sesi berikutnya yang menjadi tempat bermain para hammockers.

Suasana siang hari di acara Ngatung Kode #3 HI Jakarta.
Doc @nyokmlaku

Kegiatan bermain di taman bukan sekadarnya saja, tapi menghidupkan suasana taman dan mengenalkan taman kota kembali pada khalayak dengan keberadaan komunitas, terutama para penggantung. Nanti kita cerita lebih lanjut soal ini ya. Ehhm.. masuk list yang akan menjadi catatan kamunitas kami, nanti.

***

This slideshow requires JavaScript.

Ngatung Kode #3 Taman

Siapa menyangka kalau acara buka puasa bersama Hammockers Jakarta akan sedemikian ramai? Penuh dengan wajah-wajah baru dari berbagai rasa?

Acara sederhana ini pun tidak mewajibkan harus ikut membayar makanan buka puasa sebesar 25 K untuk nasi dan takjil yang tersedia. Bebas saja, karena yang diharapkan adalah silaturahmi dan bisa buka puasa bersama. Di luar itu, bebas datang kok ke lokasi di Taman Honda, Tebet, Jakarta Selatan.

Tidak ada kepanitiaan khusus dalam acara tersebut. Hanya orang-orang yang bersedia membantu untuk rekap uang masuk seperti Devi (akrab dipanggil Depil) dan Irma (akrab dipanggil Iramaka). Lainnya bagian berisik dan broadcast acara saja ke grup dan teman-temannya di luar grup HI Jakarta.

Satu hari sebelum acara, saya mendapat kabar kondisi taman yang dimaksud untuk berkegiatan sedikit ada kendala. Mengurangi ketidaknyamanan saat acara, segera berkoordinasi dengan seblay saya, Ioh, yang cek lapangan serta ngobrol dengan keamanan taman setempat, bersama Ruri. Alhasil, Ioh memberitahu saya agar membuat surat peminjaman tempat. Kelar dan alhamdulillah tidak ada masalah. Ya ngga ada setelah ngobrol sana-sini, and as you know lah. Hheehehe…

Pada hari H pun, kerjasama dan kedekatan dari teman-teman sangat terasa. Dimulai dari teman-teman wilayah barat yang tanpa diminta pun, berduyun-duyun ke rumah Depil. They’re giving a hand to help Depil.

Ada yang bungkusin takjil, bantu beresin kotak nasi, dan membawa semua pesanan makanan ke taman. Ya begitu kalau sudah lengket kan? Ngga perlu banyak omong, datang dengan sendirinya memberi bantuan.

Hampir rata-rata, teman-teman penggantung ayunan ceria ini, datang sejak pukul 14.00 Wib. Padahal kalau lihat di surat yang diajukan ke pihak keamanan taman, kegiatan di mulai sejak pukul 15.00 Wib. Itu pun diberlakukan karena kepentingan lahan menggantung, permisi pada pihak taman, dan teknis lainnya. Ckcckkkk… antusias teman-teman bikin kepengen cepat datang ke taman kan, ya? Hhahhha…

Saya masih harus mengurus surat, dibantu Kijang Arif, sahabat BPJ saya. Ehh terus, ambil galon air juga di sekre BPJ. Tapi karena Cuma ada satu motor, ya ngga bisa bawa 3 galon deh. Sekadar (kuatnya) motor saja πŸ˜€ Untungnya, saya ditemani Andy, Hammockers Bekasi keliling sebelum tiba ke taman.

Oh iya, ada juga tim photograper dadakan seperti Gudin (HI DKI), Katom (NyokMlaku), dan Anggit (HI Bekasi). Mereka juga tidak diminta secara personal untuk mendokumentasikan acara tersebut. Semuanya karena senang saja. Horeee…. ada foto corong saya, ehh *_*

(All documentation belongs to them)

Bhhahaaha bisa-bisanya ketangkap kamera @anggitinsave yak?!??? ;P
Doc by Anggit

Heem.. juga buat tim penerang hati ehh, lampu denk! Yang malam di saat harus foto bersama tapi kurang penerangan. Tim lampu, Ioh, Uxzup, dan Prazetya bergantian. Mereka merelakan keteknya diangkat tinggi-tinggi euy demi lightingΒ para photographer tetap ada. Haiyaaaahhh…. keteeeeeeekkkkk πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

***

Acara Tahu Bulat dan Corong Manual

Urusan printilan selesai. Tiba di lokasi, segera mencari Pak John, Kepala Sekuriti taman dan ngobrol sedikit. Surat berkepala komunitas saya berikan.

Wiiihh… sudah ramai euy. Bingung juga kalau begitu. Menghampiri per komunitas, per orang atau teman pribdai yang ikut acara buka puasa bersama ini.

Ya kan silaturahmi, kumpulnya jangan sama orang 4L (Lo Lagi, Lo Lagi) donk. Carilah mereka yang jarang bertemu, jarang ngobrol atau mungkin dia (mereka) yang sangat jarang berada di satu kota yang sama. Biar tidak hanya itu-itu saja lingkaran bertemanmu, kan?

Mendekati waktu berbuka, Pak RT DKI (bang Andy) dan Ichan (yang biasa saya panggil Kakak), meminta saya membuka acara. Hoo? Saya?
*muka pongok asli itu kalau ada yang ngeh

“Buka acara? Ngomong apa, bang Anday?”

“Bebas saja, Jie. Ucapan terima kasih saja untuk kesediaan teman-teman hadir di acara kita. Kan saya juga sediain air tuh. Kalau yang bawa nesting, kompor mau masak, silahkan dipakai saja airnya nanti pas berbuka. Lain-lain, sukanya Ejie saja ngomong.”

Berasa ditohok ini. Lalu pandangan beralih ke kakak. Seperti biasa, kan kakak orangnya muka polos ngeselin yak kalau beginian. Waahaahhaha

Tapi kakak mengarahkan, “Ejay buka acara aja. Kasih tahu soal makanan, air galon isi ulang, dan blaaa… blaaa…”

Bla blaaa itu, karangan saya saja sih. Soalnya memang arahan Pak RT dan kakak membebaskan saya membuka acara sesuka hati. Huaaaaa…. huaaaa… boleh minta peluk, ngga??
*kemudian di anaconda dalam hammock,Β pffftt ~

Ya, yaa, baiklah. Demi kalian, Dekaihku ~

Kepengin santai ketaawa-ketiwi sebenarnya sama teman-teman euy.. Kepengin ada regenerasi euy.. Kepengin bisa membaur santai tanpa harus sibuk ini itu euy…. Kepengin, kepengin euy. Kepengiiiin tapiiiiiii huaaaaaa….. sudahlah, tak apa.

Sayangnya, karena tak mempersiapkan apapun, dan blok taman yang (kelewat) luas untuk ukuran cemprengnya suara saya, akhirnya tangan saya sendirilah yang saya buat menjadi corong toa -_-
*sabar ya pita suara akooooohhh πŸ˜€

Perkenalan, permintaan terima kasih, pemberitahuan tempat shalat, toilet, lalllaala… lilililiii…. diumumkan. Demikian pula dengan wilayah menggantung, posisi tengah berkumpul, dan makan bersama. Juga urusan sampah yang harus dikumpulkan dalam trashbag tersedia. Eh, untung Eka benar bawa trashbag euy.. dan kotak kardus bekas kotak makan itu, sangat membantu. πŸ™‚

Kemudian jam membuka hammock serta jam bubar dari taman sesuai obrolan dengan pihak taman, semuanya mendadak saja keluar dari kepala dan kecemprengan suara saya. Hhahhahaaha.. entahlah, kalimat-kalimat yang tertata ada dalam benak saya, mengalir tanpa perlu rundown. Padahal sama sekali tidak ada susunan acara khusus untuk berbuka puasa ini.

Lalu malam, ketika saya kira tidak ada acara lainnya, Bang Andy dan Kakak membisikkan sesuatu pada saya, β€œEjay, kumpulin teman-teman. Ada games ini. Ada hadiahnya.”

Keselek!

β€œGames? Hadiah? Ada?”

“Iya. Ada kaos DKI, travel pouch dan body hammock nih,” suara semangat.

“Terus, kumpulin mereka, bang?” ohh my……

Woro-woro kembali dengan corong manual tangan saya, daaaaaaaannn….. MULAI!
*sabar untuk kesekian kali yak cempreeennngg ^,^

 

Bahwa bukan sekadar memenangkan hati pribadi saja bila berada dalam satu perkumpulan (sebut komunitas). Mengalahkan hati pribadi demi orang banyak pun, harus tulus kan? Banyak bersabar dan tersenyum sajalah, Ejie… (jie)

***

Berdirilah pada sebuah ketinggian, tidak untuk meninggikan hati. Namun belajarlah dari proses sebuah ketinggian yang dijalani saat melaluinya.

Menyelamlah untuk menundukkan hati yang membaja, ego yang berdiri diatas sebuah pribadi. Bukan untuk menyombongkan, tetapi membumilah dalam sebuah rundukan padi.
~ jie

 

 

Terima kasih kepada:

  • Hammockers Indonesia
  • Hammockers Jakarta
  • Hammockers Bekasi
  • Hammockers Tasikmalaya
  • Hammockers Sukabumi
  • Hammockers Jawa Barat
  • Nebi Hammock
  • Ogie Traveler and friends (Makassar)
  • Nyok Mlaku
  • Baksos Lintas Komunitas (BASKOM)
  • Backpacker Jakarta
  • BPI Jabodetabek
  • BPI Bandung
  • Brothers Trip
  • Aspala Raya
  • Jalan Pendaki
  • Teman Kecil Indonesia
  • Titik Adventure
  • Sahabat KN
  • Coklat Klasik Tomang (Depil)
  • Cattering mamanya depil

Untuk semua teman-teman hammockers, pribadiΒ dan komunitas yang datang pada saat acara, tapi tidak sempat bertegur-sapa, maafkan saya yaaaaaa πŸ™‚

Semoga akan bertemu kembali di saat yang tepat. Aamiin.

Nuhun sadayana ~

This slideshow requires JavaScript.

 

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

7 thoughts on “Hammockers Jakarta: Corong Ngatung di Taman Honda”

    1. ayo mas…

      ohh, mas di solo ya? ada teman2 solo hammockers juga disana. coba mas dm ig nya deh. Tanya mas soniel (tp sdh di jkt), mas indra (tp sdh di yogya).

      yg lain bnyk, mas. ada aycil, mas papih, mas arie, mas2 bnyk disana. coba mas dm deh. bilang temennya ejie. hheheheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s