Tanggapan Postingan Hammock: Menggantung Bebas Tanpa Keamanan

Terkait dengan postingan pemasangan hammock tanpa keamanan yang beredar di sosial media, sangat banyak dijumpai. Beberapa biasanya peduli akan keselamatan dan kenyamanan, lainnya menganggap hal tersebut keren, karena menggantung dengan tingkatan tertentu. Kalau di publish untuk satu sosial media dengan tingkatan ketinggian, kemungkinan followers yang menyukai, akan banyak. Bahkan si pemilik akun bisa kebanjiran pengikut!
Keren? Heeemm…

Foto awal pemilik hammock tanpa keamanan.
Doc WA saya

 

Sebuah pesan singkat masuk dalam hp lemot saya. Berisi tentang sebuah tautanΒ hammock bertingkat di sebuah sosial media. Di bawahnya tertulis, β€œTanggapannya donk, nyak..”

Karena tengah meeting pra event, saya membalasnya, β€œIya, nanti setelah di rumah (disertai alasan tentunya).”

Saya hapal, tautan seperti apa yang kerap mampir dalam japrian (jalur pribadi/pesan) di whatsapp jika sudah berkaitan dengan hammock.

Tiba di rumah, saya segera membuka tautan yang diberikan. Seperti biasa, saya selalu membaca sebelum memberikan tanda menyukai pada sebuah postingan.

Tautan yang diberikan melalui japrian.
Doc WA saya

Alasan kita bisa menyukai sebuah postingan, biasanya didasari oleh suka pada gambarnya, atau suka pada captionnya. Bisa juga karena keduanya yang memang benar-benar bagus untuk disukai.

Saya memperhatikan jelas-jelas gambar yang diberikan. Menzoomnya berulang kali, membaca caption yang ditulis mimin, dan membaca komen-komen dari teman-teman hammockers yang ada di kolom komen.

Baiklah, untuk alasan tersebut, saya memberikan tanggapan dengan melihatnya dari dua sisi berbeda.

  1. Sisi caption yang dibuat mimin.
    Pada dasarnya, mimin bermaksud baik, ingin membudayakan membaca. Makanya, di caption awalnya itu ditulis SILAHKAN DIBACA DISKUSI YANG ADA DI KOMENTAR UNTUK MENAMBAH WAWASANΒ (sayangnya, saya lupa menscreenshoot tulisan awal pada captionnya).

Intinya, saya paham, mimin bukan dengan sengaja merepost foto tersebut. Tapi kalau orang membaca apa yang dimaksud dengan caption awal, mungkin akan mengerti. Mimin juga pasti tahu, konsekuensi apa yang akan ia dapat dengan repost-an nya. Terbukti pada alasan-alasan dari teman-teman hammockers yang ada pada kolom komentar. Macam-macam, kan?

Bahwa mas @..riski… (si pemilik gambar aslinya), agar mendapat tambahan pengetahuan mengenai safety hammock dari komen teman-teman hammockers. Terutama adalah cara pemasangan hammock diatas 1,8 meter. Mungkin ini yang saya tangkap dari maksud mimin pada repost-an nya.

Buat mimin, tidak semua orang mau membaca caption (seperti yang dikatakan oleh salah seorang komentator), benar juga. Mungkin mimin bisa menambah sedikit keterangan untuk menerangkan maksud foto pada ig-ers agar tidak melulu komen negatif yang diarahkan. Karena tidak semua orang akan mengerti maksud yang kita sampaikan. Hhhehee.. sedikit saran buat kak mimin yaahh πŸ™‚

  1. Sisi komentator.
    Semua komen-komen yang tertuang pada postingan tersebut pun, menurut saya tidak salah. Mereka hanya tidak ingin terjadinya pemasangan hammock tanpa keamanan tersebut, diikuti oleh orang lain. Khususnya oleh orang-orang yang baru mengenal hammock. Atau ada repost-repost dari akun lain menyoal hammock tanpa keamanan. Bukankah sesuatu yang viral bisa sangat cepat mengalir di sosial media tanpa penyaring?

    Menjelaskan, mengedukasi dan mensosialisasi tentang keamanan, dilakukan oleh para hammockers sejak menyadari bahwa ketinggian hammock bukanlah utama tanpa keamanan. Bukan ajang bangga diri, apalagi ajang menaikkan jumlah pengikut akun.

    Paling susah memang,Β belajar menularkannya pada hammockers lain.Β Pertumbuhan komunitas hammock sangat cepat terjadi 2 tahun ini, setelah Gathering Hammockers Indonesia #1 di Cikole, Lembang, Juni 2015 lalu.

    Adalah tugas dari para hammockers untuk bisa mensosialisasikannya pada seluruh teman-teman yang tergabung dalam komunitas terkait. Dan lebih susah lagi, memberi pengertian tentang guna menggantung hammock bertingkat dengan ketinggian tertentu, pada akun-akun yang (sekiranya hanya) merepost karena postingan tadi terlihat keren.

    Repost akun lain terhadap akun pemilik foto.
    Doc WA saya

Sebelumnya, saya ingin mengatakan, bahwa postingan pada tautan tersebut, jika Anda bermaksud mencarinya karena ingin membaca, atau seperti apa komentar disana, maka tidak akan ditemukan lagi. Karena, cepatnya tanggapan teman-teman hammockers yang merespon postingan tersebut dan melaporkannya sebagai spam, membuat postingan tersebut dihapus.

Dari dua sisi tersebut, ada hal yang ingin saya tanyakan:

  1. Jika postingan sudah dihapus, puaskah teman-teman pada hal itu? Aman karena tidak adalagi gambar yang meresahkan tentang hammock tanpa keamanan?
  2. Sudahkah teman-teman berbicara langsung (melalui DM) mas Riski sebagai si pemilik foto, menjelaskan maksud komen dan alasan kenapa namanya di mention?
  3. Atau, cobalah mengutarakan kenapa ia sebaiknya jangan memposting foto demikian karena alasan tertentu?

Saran saya, cobalah diajak bergabung ke komunitas teman-teman hammockers dalam wilayah tinggal mas Riskinya. Mungkin dengan begitu, ia akan bisa mengerti untuk selanjutnya akan bagaimana jika ada temannya yang juga melakukan postingan seperti yang pernah ia lakukan.

Ya setidaknya, dari pengetahuan yang ia dapatkan, mas Riski bisa membantu menularkannya pada orang lain lagi. Menyampaikan sedikit pengetahuan, bukankah lebih baik daripada tidak sama sekali? πŸ™‚

Saya juga tengah belajar untuk menahan tidak mengikuti tren memposting hammock dengan ketinggian melebihi ketinggian pada umumnya. Kecuali memang dengan keamanan yang disarankan.

Belajar juga dengan banyak membaca, agar tidak hanya “lengkingan-lengkingan” saja yang bisa kita sampaikan. Tetapi alasan kenapa dan solusi bagaimana, mungkin bisa membuat kita paling tidak, menambah wawasan kembali bagi diri pribadi, khususnya.

Sangat mudah melihat kesalahan orang lain, jika kita juga berkaca bahwa kita kemungkinan pernah berada di posisi tidak mengetahui apa-apa mengenai hal yang kita tujukan pada orang. Belajar menerima kekalahan, mungkin sulit meskipun kita menang secara massal. (Hehhehe.. ini nalarnya saya saja sih πŸ˜‰ )

Apa yang saya tuliskan ini, hanya merupakan pandangan dan pemikiran saya pribadi saja. Entah bagaimana kalau teman-teman hammockers lain melihatnya. Saya rasa, semua bebas mengeluarkan pendapatnya mengenai hal ini.

Jadi teman-teman, yuk, saling bantu untuk mensosialisasikan tentang pentingnya menggantung di wilayah aman saat berhammocking. Tularkan ilmu dan pengetahuan yang teman-teman pahami yah. Supaya semakin banyak orang paham akan pentingnya safety hammock.

#salamgantung
#keephanging
#keepsafety
#keepsafetyyourhammock
#seeyouatthenexttrees

Semangat, Hammockers! (jie)

***

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s