cerita jiwa

Irisan Senja

Tentang senja berseri. Tentang ruang bersekat putih. Tentang sedih yang tak usah dipertanyakan. Tentang ia dan endapan hati. Lalu biru mengalir senja. Dua senyum melangkah, merekah berbinar. Mata-mata kecil itu mengarah pada langit. Aman di sisi. Berjalan menuju satu arah untuk berkemas. Cerita riang terus saja mengalir dari satu bibir kecil yang melompat tiada henti.… Continue reading Irisan Senja

Iklan
cerita jiwa

Trampolin Rindu 

Ketika ruang rindu terbentang dalam jarak ribuan kilometer. Tak bisa menjangkau, tak bisa dijangkau. Sebuah dinding keterbatasan diantaranya. Sabar adalah jawaban terindah yang bisa dikedepankan. *out of the pic* . . Dua adalah angka yang kuingat. Berada diantara kurun waktu berbeda dalam tingkatan yang nyaris beda. Tak sama dengan angka tiga yang sama. Berjumpalitan seperti… Continue reading Trampolin Rindu 

cerita jiwa

Senja yang Terlampaui

Hidup bukanlah melulu tentang warna. Terkadang hitam putih menjadi bagian darinya. Entah ada rasa terselip atau tidak, tergantung bagaimana kita saja menghadapinya. Termasuk rindu bersenja bersama.   *out of the pic* Ini tahun berapa ya? Sudah berapa banyak senja yang terlewatkan? Dalam batas ingatku.. Satu hal yang teringat, ketika ia memintaku tergesa menelponnya segera. Pada… Continue reading Senja yang Terlampaui

arah MATA JIWAKU, cerita jiwa

Kalah Pada Sebuah Rindu

Sudah berapa waktu ini? Sudah berusaha meminggirkannya, tetap saja rasa itu selalu menggangguku. Sudah mencoba meredamnya. Sudah berusaha mengalihkannya. Sudah berulangkali menyingkirkan, susah.. *** Day in Getlost Titik ini harusnya dijalani saat itu, ketika aku mengalirkan keinginan dalam sebuah panjat. Panjat padanya yang tak jauh berada disisi. Ingin mengucapkan tapi tak mampu karena sebuah ucap… Continue reading Kalah Pada Sebuah Rindu

cerita jiwa, Hammockers Indonesia

Surat Kedua: Dekaih Selalu di Hati

Aku bukanlah orang yang pandai berkata-kata dalam nyata. Laut, gunung, atau kolam saja yang cukup sederhana adalah inginku kali ini. Sudah beberapa hari ini aku merasa harus segera “kemana”. Dan ruang putih ini benar-benar menjagaku dari sebuah kegelisahan. Iya, aku merasa aman disini. Menyingkirkan segala gundah Desember yang selalu menghampiri. Tapi Dekaih, kalian selalu saja… Continue reading Surat Kedua: Dekaih Selalu di Hati