Hitchhike Subah-Yogya: Kendaraan Pribadi Sesuai Mindset (Part 2)

Media sign hitchhiking,.
Doc pribadi.

Perjalanan ini mungkin merupakan titik pertemuan tanpa sengaja yang menjadi catatan saya begitu berwarna selanjutnya. Perjalanan hitchhiking Jakarta-Jogja yang entah sudah berapa kali saya lakukan. Perjalanan sendiri karena saya memenangkan lomba foto di sosial media. Perjalanan yang membuat saya harus menahan mata di 4 jam terakhir akibat kantuk tak tertahankan. Perjuangan selalu membuahkan hasil yang sepadan.
Penasaran ngga? πŸ€”

***

Continue reading Hitchhike Subah-Yogya: Kendaraan Pribadi Sesuai Mindset (Part 2)

Advertisements

Hitchhike Jakarta-Batang: Dua Truk Awali Hitchhike (Part 1)

Perjalanan mendadak selalu ada dalam daftar tak terduga saya. Entah kenapa, keadaan terdesak kadang membuat saya harus memutar otak dengan segera. Mendadak cerdas berkepanjangan kalau sudah hitchhike. Aahahhaah…
Ayok deh ikutin catatan perjalanan hitchhike Jakarta-Batang ya! πŸ˜‰

A hitchhiker
Doc pribadi

***

Continue reading Hitchhike Jakarta-Batang: Dua Truk Awali Hitchhike (Part 1)

Sumba Iconic Island

Impian yang bukan sekadar dikhayalkan, namun direalisasikan. Terhitung 2 tahun, Hivos menyelenggarakan Ekspedisi Sumba dengan mengedepankan berbagai energi yang bisa dimanfaatkan bagi kepentingan dan kebutuhan masyarakat Pulau Sumba. Tak hanya bekerja sendiri, Hivos juga menggandeng Pemerintah Propinsi, Pemerintah Lokal, juga PLN. Sebagai penyeimbang, penyuka traveling pun ikut serta demi mewujudkan Energi Terbarukan 2025 mendatang.

Ki-ka: Sandra dan Rob (Hivos), Sheila dan Adra (peserta Ekspedisi Sumba). (doc pribadi)
Ki-ka: Sandra dan Rob (Hivos), Sheila dan Adra (peserta Ekspedisi Sumba).
(doc pribadi)

***

Continue reading Sumba Iconic Island

Giveaway Fahmi: Cup Bocor

Mau ngelanjutin tulisan hitchhiking, login blog, bacaan pertama yang keluar adalah postingan dita siΒ malesmandi.com.Β Ehh, ada linknyaΒ fahmianhar.comΒ yang giveaway.Β Coba ikutan deeh.. Siapa tahu rezeki Ramadhan kan, ya? Amiiinn…

Screenshoot GA Ramadhan. (doc pribadi)
Screenshoot GA Ramadhan.
(doc pribadi)

***

Continue reading Giveaway Fahmi: Cup Bocor

Late Report #LMSC7: 25 Karung Sampah RW 10 dan 12 Bantar Jati

Karung berisi sampah yang dikumpulkan oleh warga #Bogor RW 10 dan 12 Kelurahan Bantar Jati. (doc pribadi)
Karung berisi sampah yang dikumpulkan oleh warga #Bogor RW 10 dan 12 Kelurahan Bantar Jati.
(doc pribadi)

Membersihkan sampah bukanlah hal mudah. Apalagi jika sudah menyangkut membersihkan wilayah yang lebih besar akibat kelalaian kita, kebiasaaan membuang sampah sembarangan. Membersihkan sungai misalnya, jika tidak memulainya dari diri sendiri, tentunya akan merepotkan. Menertibkan juga mendisiplinkan diri, belajar agar tidak membuang sampah di sembarang tempat pun bergantung pada kita sebagai pribadi. Dan kesempatan membersihkan beramai-ramai, tercipta dari kerjasama yang dilakukan warga pada salah satu Kelurahan di Bogor yang berperan serta dalam Lomba Mulung Sampah Ciliwung, Sabtu (30/05/2015) lalu.

Continue reading Late Report #LMSC7: 25 Karung Sampah RW 10 dan 12 Bantar Jati

Live Report: Ekosistem Hidup Melalui Sungai

 

Kelurahan Sempur, salah satu peserta yang mengikuti Lomba Mulung Sampah. (doc pribadi)
Kelurahan Sempur, salah satu peserta yang mengikuti Lomba Mulung Sampah.
(doc pribadi)

Melihat sungai jangan hanya sebatas selokan. Apalagi yang sering dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah seketika. Contoh yang kerap kali terlihat adalah, jalan sambil makan camilan dan ketika habis, plastik atau bungkus makanan dengan seenaknya dibuang sembarangan.

Tanpa disadari, sampah ringan tersebut terbawa angin. Yang terpikir yakni, sampah ringan itu tentu akan nyangkut dimana-mana. Salah satunya sungai. Bisakah anda bayangkan seperti apa sungai yang tercemar oleh sampah-sampah akibat ketidakpedulian kita?

Bukan tidak sadar, tetapi lebih pantas disebut MALAS beranjak membuangnya ke tempat sampah tersedia. Cara paling sederhana yaitu, kantongi saja sampah yang ada padamu. Dan buanglah di tempat semestinya.

Muchlish, koordinator Lomba Mulung Sampah Ciliwung ke 7 mengatakan mengenai kegiatan yang tengah berlangsung di Bogor serta dalam rangka menyambut Hari Jadi Bogor ke 533 tahun, diharapkan bisa mengurangi titik buangan sampah. Seperti di Kelurahan Tanah sereal sudah menutup titik sampah.

“Selain itu, dari kegiatan positif #LMSC7 #SaveCiliwung ini semoga bisa dijadikan inspirasi komunitas lainnya. Pun dengan penambahan ide-ide terkait kebersihan kota. Tidak hanya di Bogor saja, tetapi Indonesia,” tambahnya.

Sungai utama di Indonesia ada 5.000 sungai. Buruknya sampah sekitar sungai menciptakan kualitas kebersihan menjadi rendah. Mengelola sungai bukan seperti mengelola jalan, listrik dll.

“Jadikanlah sungai jadi bagian yang harus dikelola pemerintah,” imbuh Muchlis.

Perbaiki koordinasi tidak hanya di Pemerintahan saja, tetapi dengan semua pihak.

Menurutnya, beton membantu supaya tidak longsor. Sungai itu ekosistem hidΓΉp dan baiknya ada vegetasi bukan bangunan. Tata agar sungai jadi halaman depan. Alokasikan sungai berimbang dengan taman.

Rumah kalau tidak ditempati, tidak menyala, tidak ada kehidupan. Demikian pula dengan sungai. Ketika kebutuhan sungai sangat diperlukan, maka pandangan hidup harmoni akan muncul.

(doc pribadi)
(doc pribadi)

Pesan yang ingin disampaikan:

1. Pastikan tidak adalagi bangunan di pinggir sungai agar tercipta kondisi sungai yang bersih dari sampah.

2. Jadikan Bogor sebagai Kota Taman dengan menjafikan sungai sebagai bagian tak terpisahkan dari bantangan kota.

3. Pemerintah diharapkan komitment dengan tata ruang dan perlindungan DAS.

Hayu urang #Bogor koroyokan bersihkan sampah Ciliwung (jie)

Singapore: Isyarat Chinesse Room Mate [Subaru-3]

Kamar yang semula kebanyakan hening karena aku dan teman sekamarku yang berasal dari China tidak terlalu banyak berbincang, mulai dipenuhi senyum dan tawa.
Selain itu, isyarat pun mulai menjadi bahasa yang menjembatani kami.
Pagi pun mulai bersahabat menanyakan, “Apakah sudah sarapan?”
Tentu saja menggunakan bahasa isyarat yang kami mengerti.
Kekakuan yang ada mulai mencair.
Yippiiiieee…
***
Subaru Challenge The Asian Face Off (doc Airien Tio)
Subaru Challenge The Asian Face Off
(doc Airien Tio)

Before:

singapore-mr-or-mrs-subaru-1/
singapore-sup-ikan-lucky-plaza/

singapore-pajangan-kartu-pos-kaperah/
singapore-es-krim-1-dollar/
mee-siam-melayunya-singapore-ences-pisan/
singapore-mini-steam-boat-dan-es-mangga-segar-food-opera/

***

The Elizabeth Hotel, Singapore
Room 418
October 2013

Diantara para kontestan yang ada, persoalan sama kuhadapi sejak 2010 ikut bertanding di Subaru Challenge The Asian Face Off ini yakni, sulitnya berkomunikasi dengan teman-teman seperti China, Thailand, Hongkong dan Taiwan. Sedikit sekali yang bisa berbahasa Inggris. Beruntung beberapa diantaranya adalah pemain lama yang kukenal.

Dulu, 2010, Indonesia mendapat mobil tanding di Regional 1 (R1) yang terdiri dari Indonesia, Philippine, China dan Taiwan. Kebetulan yang mengapitku itu China dan Taiwan. Bahasa mereka sulit dimengerti khususnya bagiku. Rata-rata, mereka juga tidak bisa berbahasa Inggris. Untungnya, ada 1 teman China yang bisa mentraslate bahasa mereka ke Inggris, namanya Joke. Jadi jika ada banyolan lucu dari negara mereka, dialah yang mengartikannya, demikian sebaliknya.

Kini, 2013, bukan 1 mobil tanding, namun 1 kamar denganku yang berasal dari China. Eheemm… dia pun adalah satu-satunya kontestan perempuan yang mewakili negaranya mengikuti event Subaru, sama sepertiku. Bisa dibayangkan ngga sih, bagaimana caranya aku dan teman sekamarku ini berkomunikasi? Susah! Bahasa perantara kami tak lain bahasa tarzan! Pakai isyarat gitu. Lucu deh kalau kami membicarakan sesuatu.

Aku yang mulanya bingung menyapa saat ia tiba malam itu di kamar kami, 418, hanya saling melempar senyum tanda perkenalan. Lalu kami sibuk keluar makan malam bersama tim masing-masing negara. Waktu itu, yang kepikiran di otakku, senang banget ya kalau seperti Toni. Pasti Toni anteng (tenang, red) begitu teman China nya masuk kamar. Soalnya, Toni kan bisa bahasa Mandarin. Pfffftt…. mendadak pengin ada Toni temanin Ejie sebagai penterjemah.. πŸ˜€

Satu hal yang tetap kusesalkan hingga kini, aku tetap tidak tahu siapa nama cici yang sekamar denganku. Sedangkan Toni, karena bisa berbahasa Mandarain, ia tahu nama teman China yang sekamar dengannya, Jason. Beeeehhh….

Hal kedua, kami lupa mengambil gambar kami berdua di kamar tersebut, padahal sudah ada rencana kami untuk foto bersama. Hhh… semoga kami masih diberi kesempatan ya untuk bertemu kembali.

Aku ingat ini kejadian lucu sewaktu kami berbincang mengenai seputar pertandingan meliputi nomor tanding, posisi dan berada pada mobil ke berapa. Karena untuk regional, mobil tersedia, berada di 3 mobil pertama saja. Selebihnya ditempati oleh peserta dari Singapore.

Ia terbata-bata menanyakan nomor tandingku. Karena kesulitan kami adalah bahasa, akhirnya ia menanyakan dengan menunjukkan baju serta tempat nomor tanding yang ditutupi oleh mika. Aku mengerti dan menjawabnya. Kami pun saling menjelaskan posisi tanding. Ia mendapat posisi di kaca samping mobil, sedangkan aku di kap depan mobil. Kami saling memberi semangat untuk menghadapi tanding yang sesungguhnya.

Kemudian gantian aku bertanya dia berada pada mobil ke berapa? Kuisyaratkan jari dengan 1, 2, 3, namun ia tak mengerti. Dia bingung dengan bahasa Inggris yang kulontarkan. Tak kehabisan akal, aku melihat remot tv dan kujalankan layaknya sebuah mobil sambil mengeluarkan suara, ” Ngeeeeenngg…. brumm.. brruuuuum…” Kami saling melihat dan pecahlah tawa kami memenuhi ruangan. Merasa lucu pada diri kami? Iya, kami menertawakan keanehan kami dalam berdialog satu sama lain.

Akhirnya aku mengisyaratkan bahwa aku berada di mobil R2 dan dia menjawab dengan kode jarinya, R1.

Awakakakakaaaa… kalau mengingat kejadian itu, aku ketawa deh. Lucu. Banyak bahasa isyarat untuk kami memulai sebuah percakapan. Perbedaan itu memang indah ya?

Di kesempatan lain, ketika ia mencari gantungan baju untuk pakaian yang telah dicucinya dan akan menggantung di kamar mandi, aku menunjukkan dan ikut membantunya memberi saran untuk menggantungnya. Soalnya, aku pun sama, mencuci baju sendiri juga tanpa perlu ke laundry hotel. Di lemari pakaian pun, tersedia setrika dan meja setrikanya. Jadi ngga repot kan kalau sudah mencuci.

***

Di hari terakhir, kami malah lumayan intensif saling bertukar cerita perjalanan selama di Singapore. Kejadian ini berlangsung setelah malam sebelumnya, Toni temanku main ke kamarku dan berbincang dengan teman sekamarku ini. Toni penasaran dengan teman sekamarku. Wakakakaaaa…

“Mana tahu, Jie…” huh, Toni centil deeeehh. Bweeeee.. Tengok sana teman sekamarku baru bisa komen nanti. Ahahaahaaa

Waktu itu sih sudah larut malam ya setelah kami kumpul berisik di ruang sekretariat Indonesia, cekakakan full sakit perut dengan tingkah pola teman-teman kocakku ini.

Begitu bertemu, aku memperkenalkan Toni pada teman kamarku itu. Ia sebenarnya sudah leyeh-leyeh di kasur, siap menunggu kantuk datang. Hahaaa… maaf ya teman… soalnya Toni penasaran! Hihiii

Mereka cepat nyambung. Entah apa yang dibicarakan. Aku tak tahu karena mereka berbicara menggunakan bahasa Mandarin.

Sekali-sekali Toni bertanya padaku, “Ejie mau tanya apa?” Lalu ia mentransfernya dalam bahasa mereka.

Disampaikan teman sekamarku itu, ia kaget ada orang Indonesia yang bisa berbahasa Mandarin. Ia cukup terkejut. Namun ia senang akhirnya bisa bercerita. Beberapa pertanyaan tersimpan pun aku sampaikan pada Toni dan dijawabnya. Akhirnya aku lumayan banyak tahu tentang teman sekamarku ini. Toni the angel, thank’s yaaaaaa… πŸ˜€

***

Nah, cerita perjalanan Singapore kami itu terjadi sebelum tidur. Si cici asyik melihat peta, sedangkan aku sibuk packing agar tidak repot di hari terakhir nanti membereskan barang. Setelah selesai packing, aku duduk di kasurku dan ikut melihat peta Singapore yang banyak diambilnya dari lobby hotel.

Ia menegur dan bertanya padaku dengan bahasa isyarat, “Sudah jalan kemana saja kamu?”

Kutunjuk sebuah tempat di peta. Ia tersenyum. Kemudian, ia pun berujar, “Kami tadi kesini (Sentosa Island).”

Whoaaaaaa…. keren! Jauh dan jalan-jalannya ini lebih banyak dariku. Ia mengacungkan jempolnya menandakan bahwa tempat yang dikunjunginya itu layak disambangi. Ia bercerita antusias. Katanya disana itu ada kereta gantung. Ia dan teman-temannya naik kereta tersebut. Ia memperlihatkan foto ketika berada di kereta gantung melalui kamera ponselnya. Aku pun ada rencana untuk kesana tadinya bersama teman-teman Indonesiaku, tetapi karena voting tak berhasil, heheeeeee…. gagallah rencana itu.

Ketika kamera kukeluarkan dan kami melihat bersama, kami bercerita sambil menunjuk teman-tempat yang telah kami datangi. Ia pun menunjukkan tempat lainnya melalui kameranya kemana saja ia bersama teman-temannya.

Wah, aku tertarik pada salah satu gambar di kameranya, China Town! 2 kali aku ke Singapore dan 2 kali pula aku tak bisa melihat seperti apa China Town itu.. Hahahaa

2010 lalu, temanku bilang, “Kalau kesana dan kita lapar, agak susah, Jie mau cari makannya. Soalnya kita ngga ngerti kan mana makanan yang halal. Agak riskan sih…” Hmmm.. baiklah, maybe next time if i have a chance to go to the real China. Always be a dreamer to get that, Ejie! πŸ˜‰
#ajak Toni kali ya ke China?? BRB chat Toni πŸ˜€

***

Jangan risau untuk berteman dengan teman dari negara manapun. Jika tidak dengan bahasa semestinya kita ingin berkomunikasi, bahasa tarzan bisa menjadi pilihan lainnya. Jangan bingung juga jikalau aku dan dia tak mengerti, karena sesungguhnya, pertemuan itu adalah awal dari bertambahnya teman dan keluarga baru dalam kehidupanmu. Karena aku dan cici, teman sekamarku itu, akhirnya mempunyai 1 cerita, dimana hanya kami sebagai seorang perempuan saja yang tahu bagaimana saling menguatkan dengan bahasa tarzan yang kami miliki.

Terima kasih cici, teman sekamarku atas cerita dan supportnya.
Terima kasih Toni, untuk mentranslate apa yang Ejie ingin tanyakan tapi tak bisa. (jie)

***

Kiri: Jhon Depan: Toni Belakang: Pakde Jawa Alex (doc pribadi)
Kiri: Jhon
Depan: Toni sang penterjemah
Belakang: Pakde Jawa Alex
(doc pribadi)