Lembayung Senja di Rumah Apung Cirata

Doc Faiz Izoot

Senja selalu saja melarutkan rasa didalamnya. Entah pada yang benar tertuju padanya, atau memang pesona lembayung senja begitu melekatkan jiwa. Kembalikan saja pada sebuah tanya di dasar jiwa. Cerita senja di rumah apung, Cianjur menjadi pilihan bermain bersama Hammockers Bekasi kala itu. Mau ikut?

***

Continue reading Lembayung Senja di Rumah Apung Cirata

Kedipan Lampu Kota di Bukit Alesano

Bukan sekadar omongan kosong belaka. Bukit Alesano yang berada di Desa Cijeruk memang memiliki pemandangan lampu kota yang menarik. Tidak malam hari saja, tatkala hari terang dan semesta mendukung, akan memperlihatkan pesona indah bukit dari ketinggian Kota Bogor ini.

Pemandangan dari area kemping Bukit Alesano. (doc pribadi)
Pemandangan dari area kemping Bukit Alesano.
(doc pribadi)

Continue reading Kedipan Lampu Kota di Bukit Alesano

Benak Senja di Tanah Lot, Bali

Entah sudah berapa kata senja yang saya ucapkan hari ini. Senja yang terlihat hanya sebatas layar handphone saja. Senja yang tampak dari file hasil jepretan dalam perjalanan beberapa bulan belakang di layar komputer. Senja yang saya baca di laman blog sahabat, atau senja yang berakhir dalam pelukan kerinduan?
Ahh senja…
Senja diantara bebatuan Pura Tanah Lot. Doc pribadi
Senja diantara bebatuan Pura Tanah Lot.
Doc pribadi

Continue reading Benak Senja di Tanah Lot, Bali

Live Report #LMSC7: Katulampa Ajak Pelajar Bersih Ciliwung

SMK Bina Putra turut ambil bagian bersih #SaveCiliwung #LMSC7. (doc Jaya)
SMK Bina Putra turut ambil bagian bersih #SaveCiliwung #LMSC7.
(doc Jaya)

Mahasiswi tingkat akhir yang sedang menunggu wisuda ini, baru pertama kali mengikuti Lomba Mulung Sampah Ciliwung.  Gadis pendiam yang Kuliah di IPB, jurusan Ilmu Tanah, Fak. Pertanian tersebut memang bukan warga #Bogor . Ia tinggal di Cibinong.

Memperoleh info tentang lomba dari dosen yang concern akan Ciliwung. Ia mengajak Putri, teman dari Bandung, volunteer untuk wilayah Kelurahan Sindangrasa.

Sebanyak 104 orang peserta dari warga Kelurahan Katulampa turun untuk acara pembersihan sungai ini. Peserta lomba merupakan gabungan dari warga yang kebanyakan penduduk disana, juga ada perwakilan SMK Bina Putra dan adik-adik SMP Katulampa.

Jaya (panggilan akrab Munjayani)) mengakui bahwa ia kurang tahu seperti apa lomba ini.

“Kepengin tahu seperti apa sampah di Sungai Ciliwung. Warga yang berpartisipasi dalam lomba ini antusias bersihkan sampah di Katulampa. Ya sambil ngisi waktu luang juga,” katanya.

Ada kejadian yang sepertinya harus menjadi perhatian. Pada saat lomba, warga memang mengambil sampah di sungai. Namun, ditengah acara, dibagikan air mineral ke peserta lomba. Sayangnya, beberapa warga membuang sampah (masih tidak pada tempatnya), artinya dibuang tidak pada karung sampah yang telah dibagikan panitia.

“Untungnya para volunteer yang ada disana mengingatkan mereka untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan,” terang Jaya.

Dikatakannya juga, bahwa di Bogor ini, rumah yang berada di aliran DAS berupa bagian belakang.  “Seharusnya sih ada jarak dari sungai ke perumahan jika memang ingin membangun tempat tinggal. Karena bagian belakang rumah itu, biasanya kalau ngga kamar mandi, ya dapur. Jadi kemungkinannya besar untuk si empunya rumah membuang sampah ke aliran sungai. Makanya jarak tersebut perlu untuk perumahan di sekitar sungai,” jelas Jaya.

Kejadian ini mungkin akan mengingatkan kita pada kesadaran diri pribadi untuk selalu “awas” dengan lingkungan sekitar. Bukankah jika lingkungan bersih, maka kesehatan akan mengikuti? (jie)

Jaya bersama teman volunteer Himpunan Mahasiswa Biologi Univ. Pakuan Bogor. (doc Jaya)
Jaya bersama teman volunteer Himpunan Mahasiswa Biologi Univ. Pakuan Bogor. (doc Jaya)

Live Report: Ekosistem Hidup Melalui Sungai

 

Kelurahan Sempur, salah satu peserta yang mengikuti Lomba Mulung Sampah. (doc pribadi)
Kelurahan Sempur, salah satu peserta yang mengikuti Lomba Mulung Sampah.
(doc pribadi)

Melihat sungai jangan hanya sebatas selokan. Apalagi yang sering dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah seketika. Contoh yang kerap kali terlihat adalah, jalan sambil makan camilan dan ketika habis, plastik atau bungkus makanan dengan seenaknya dibuang sembarangan.

Tanpa disadari, sampah ringan tersebut terbawa angin. Yang terpikir yakni, sampah ringan itu tentu akan nyangkut dimana-mana. Salah satunya sungai. Bisakah anda bayangkan seperti apa sungai yang tercemar oleh sampah-sampah akibat ketidakpedulian kita?

Bukan tidak sadar, tetapi lebih pantas disebut MALAS beranjak membuangnya ke tempat sampah tersedia. Cara paling sederhana yaitu, kantongi saja sampah yang ada padamu. Dan buanglah di tempat semestinya.

Muchlish, koordinator Lomba Mulung Sampah Ciliwung ke 7 mengatakan mengenai kegiatan yang tengah berlangsung di Bogor serta dalam rangka menyambut Hari Jadi Bogor ke 533 tahun, diharapkan bisa mengurangi titik buangan sampah. Seperti di Kelurahan Tanah sereal sudah menutup titik sampah.

“Selain itu, dari kegiatan positif #LMSC7 #SaveCiliwung ini semoga bisa dijadikan inspirasi komunitas lainnya. Pun dengan penambahan ide-ide terkait kebersihan kota. Tidak hanya di Bogor saja, tetapi Indonesia,” tambahnya.

Sungai utama di Indonesia ada 5.000 sungai. Buruknya sampah sekitar sungai menciptakan kualitas kebersihan menjadi rendah. Mengelola sungai bukan seperti mengelola jalan, listrik dll.

“Jadikanlah sungai jadi bagian yang harus dikelola pemerintah,” imbuh Muchlis.

Perbaiki koordinasi tidak hanya di Pemerintahan saja, tetapi dengan semua pihak.

Menurutnya, beton membantu supaya tidak longsor. Sungai itu ekosistem hidùp dan baiknya ada vegetasi bukan bangunan. Tata agar sungai jadi halaman depan. Alokasikan sungai berimbang dengan taman.

Rumah kalau tidak ditempati, tidak menyala, tidak ada kehidupan. Demikian pula dengan sungai. Ketika kebutuhan sungai sangat diperlukan, maka pandangan hidup harmoni akan muncul.

(doc pribadi)
(doc pribadi)

Pesan yang ingin disampaikan:

1. Pastikan tidak adalagi bangunan di pinggir sungai agar tercipta kondisi sungai yang bersih dari sampah.

2. Jadikan Bogor sebagai Kota Taman dengan menjafikan sungai sebagai bagian tak terpisahkan dari bantangan kota.

3. Pemerintah diharapkan komitment dengan tata ruang dan perlindungan DAS.

Hayu urang #Bogor koroyokan bersihkan sampah Ciliwung (jie)