Memandang Laut

29 Agustus 2012
KRI SURABAYA 591
Heli deck, with my own view

Memandang Laut Timur Dalam HatikuMemandang laut, hanya debur ombak kudengar
Memandang laut, mengingatkanku pada deburan hatimu yang kurasakan saat tersentuh..

Memandang laut, hanya diam yang ada
Memandang laut, mengingatkan pada heningnya kita saat bersama…

Memandang laut, hanya ada putih dalam deburanya
Memandang laut, mengingatkanku pada putihnya hati karena ada disisiku..

Memandang laut, hanya ada biru dan hijau yang tercipta
Mamandang laut, mengingatkanku pada biru yang kau beri padaku dan hijau darimu kau berikan warna pada Sang Pencipta…. tak disangka!
Mengajakku untuk selalu mengingat-NYA di setiap saat.

Memandang laut, hanya ada riak kecil
Memandang laut, memgingatkanku pada anteng dan sabarnya dirimu padaku..

Memandang laut, hanya tampak perahu kecil di kejauhan
Memandang laut, mengingatkanku pada perjalanan yang dilalui…

Memandang laut, hanya ada batas langit dan laut
Memandang langit, mengingatkanku pada batas aku dan kamu yang ingin kutepis…..

Memandang laut, hanya ada panas dan dingin
Memandang laut, mengingatkanku pada perbedaan antara “aku yang terkadang panas” ingin terlaksana denga ide-ide yang tiba-tiba hadir.. dan kamu yang  hangat, ademin, santai dan selalu bisa menyeimbangkan keadaan dengan “kalimat-kalimat benar”.

Memandang laut, hanya ada dua batas yang sesungguhnya bisa menyejukkan namun terkadang bisa bergejolak..
Memandang laut, mengingatkanku pada apa yang ada di tiap pribadi….

Memandang laut, hanya ada satu
Memandang laut, mengingatkan pada satu hal, Allah Sang Pencipta yang mempertemukan aku dan kamu…

#Terima kasih Allah SWT untuk setiap kesempatan yang berikan dalam hidupku..amin yra….
## edisi bersyukur

Catatan Memaafkan (Lebih Kepada Hati)

Memaafkan adalah kata yang mudah diucapkan, namun sulit untuk dilakukan prakteknya.

Memaafkan adalah kata ampuh yang diucapkan saat kita (mungkin) berbuat salah pada seseorang, pada apa yang (mungkin pula) tanpa sengaja kita perbuat.

Biasanya memaafkan diucapkan secara spontan jika benar-benar tanpa sengaja kita melakukan salah.Tetapi jika luka yang dalam dilakukan entah karena seseorang atau karena perbuatan, (mungkin) akan sangat sulit untuk memaafkan.

 

Memaafkan bukanlah hal yang mudah dilakukan, saat seseorang benar-benar terpuruk akibat suatu keadaan dimana yang diperlukannya adalah suatu tempat berlindung yang aman dari derasnya hujaman perbuatan atas perlakuan seseorang.

Memaafkan adalah butuh waktu yang panjang dalam mengobati luka yang dalam akibat dentuman keras yang tanpa disadarinya tertuju padanya.

Memaafkan bukanlah semudah mebalikkan telapak tangan kepada punggung tangan.

Memaafkan mebutuhkan proses.

(Mungkin) dalam proses memafkan itu, seharusnya tak ada yang perlu dipikirkan selain kata ikhlas dalam memaafkan.

Namun bagi segelintir orang (mungkin) terluka akibat “jatuh”  dan “sakit” nya, memaafkan adalah proses perjalanan panjang untuk mencapai kata maaf.

 

Sebuah proses perenungan bahwa memaafkan adalah hal baik yang besar pahalanya.

Sebuah proses pemikiran bahwa dengan memafkan, (mungkin) keadaan akan menjadi lebih baik.

Sebuah proses kenyataan bahwa dengan memaafkan, hidup akan menjadi lebih ringan.

Sebuah proses perjalanan bahwa dengan memaafkan, hati akan lebih tenang.

Sebuah proses pembelajaran bahwa dengan memaafkan, segalanya akan lebih terbuka dengan luas.

 

Kini memaafkan pun telah dilakukan, tapi untuk membuat memafkan itu menjadi lebih mudah diucapkan dengan ikhlas adalah hal tersulit untuk dilakukan.

Memaafkan lebih kepada hati yang tersakiti.

Memaafkan lebih kepada hati yang akhirnya menerima keadaan yang terjadi.

Memaafkan lebih kepada kondisi yang mengharuskannya.

Memaafkan lebih kepada percaya kepada Allah, bahwa semuanya akan menjadi baik-baik saja.

Memaafkan lebih kepada suasana hati untuk bisa berjalan ringan tanpa ada pemberat pada tiap langkah kaki dan hati.

Memaafkan lebih kepada ingin hati menjadi lebih tentram dalam menjalani kehidupan.

Memaafkan lebih kepada apa yang seharusnya ada.

Memaafkan lebih kepada orang-orang tersayang yang berada di sekitar yang lebih baik dan memberikan pengharapan.

Memaafkan lebih kepada, jalani, lanjutkan dan buka lebar mata hatimu!!

 

Akhirnya memaafkan menjadi lebih mudah berujung  pada hati yang berucap daripada sekadar ucapan di mulut.

Akhirnya memaafkan menjadi langkah terindah yang membuat hari lebih ceria.

Akhirnya memaafkan menjadi emosi yang tak terhindarkan di kala kata maaf yang terucap tak mampu dilafalkan dengan mulut tapi lebih kepada hati.

 

Akhirnya aku hanya mampu mengucapkan dalam hati, bahwa aku memafkan semua yang telah terjadi pada kehidupanku dan segala yg terjadi padaku.

Akhirnya aku hanya sanggup mengucapkan bahwa, hidupku lebih berarti daripada hanya memikirkan yang sudah terjadi.

Akhirnya aku hanya bisa mengucapkan bahwa aku akan selalu mampu untuk memaafkan setiap luka yang ditorehkan tanpa perlu mengingatnya.

 

Akhirnya aku meneriakkan, “Aku memaafkan semua yang terjadi. Dan aku akan selalu menjadikannya pelajaran berharga dalam hidupku. Aku akan bahagia dengan telah memaafkanmu walau hanya hatiku yang berbicara. Aku yakin, hanya Allah yang tahu seberapa besar kata maaf yang ada dalam hatiku ini, karena aku tak mampu untuk menimbangnya. Biarlah hanya Allah yang akan mengetahui maafku untukmu….”

 

Dan aku pun berujar, “Allah…Tolong ejie… Bantu ejie untuk mengAMNESIAkan sakit itu agar ejie bisa memaafkan semuanya dengan ikhlas. Ejie mau hidup tenang Allah… Jadi ejie mohon, kuatkan, tegarkan, tabahkan hati ejie demi menjalani hidup dengan maaf yang ikhlas..AMIN YRA.”

 

#edisi mencoba memaafkan dengan hati….tiiiiing…inget hati seseorang yg baik dan sabar 🙂

“Ejie Bertutur” (Edisi Curhatan Seorang Teman Pada Ejie)

1 yg ejie pelajari dari kehidupan ejie sebelumnya….
“Hanya menangislah kepada Allah SWT”

Hanya DIA tempat yang positif dan tak pernah memojokkan diri kita dari apapun.
Saat kita berada dalam kesenangan maupun kesusahan hati, jiwa dan raga.
Teruslah mendekat dan hanya minta pada-NYA.

Yakinlah bahwa Allah menyediakan tempat terindah buat kita.
Menyediakan 1 hati terbaik lainnya buat kita…
Menyediakan tempat di sisi-NYA yg pastinya akan lebih berarti buat kita.

Tempat yg ejie sebut sekarang adalah kesabaran.
Kesabaran yg ejie pelajari dan peroleh dari setiap langkah perjalanan ejie.
Langkah perjalanan hidup yg ejie sebut “sekolah hidup” dan langkah itu membawa ejie pada 1 langkah yg entah kenapa ejie memintanya setelah 4 tahun tak ada yg mengisi langkah ejie. Membawa ejie pada 1 permintaan untuk meminta langkah itu.

Langkah yang selalu baik dan sabar pada ejie.
Langkah yang sebelumnya tak pernah ada dalam list do’a ejie karena selalu ejie sepelekan untuk tidak memintanya, tapi langkah itu ada dan nyata di hadapan ejie.
Dan ejie juga nda bisa untuk menolaknya walau tak pernah ada kata-kata lain untuk menyatakan “YA atau TIDAK”, ” MAU atau TIDAK” dan “SUKA atau TIDAK”.

Semuanya hanya berjalan apa adanya. Tanpa waktu dan batas.
Semuanya mengalir begitu saja tanpa ejie mengerti apa maksudnya.
Semuanya adalah proses yang ejie jalani.

Ejie hanya menjalani saja sampai batas mana Allah akan menguji kenaikan kelas ejie..
Ejie hanya belajar menapakinya walau ejie takut akan hasil akhirnya.
Ejie selalu berdo’a untuk meminta langkah yg baik hatinya dan sabar itu untuk kehidupan ejie, tapi selalu saja takut..
Seseorang berkata pada ejie, “……. Apapun itu adanya, semoga ga terbawa sepanjang jalan yang ejiee lalui, banyak kebaikan di kiri-kanan semoga bikin bikin ejiee smangat.  🙂 ”
#edisi support

Menurut kalimat bijak yg pernah ejie baca, “Berprasangka baiklah hanya kepada-NYA, maka dia pun akan menjadi apa sangkaanmu…”
Ejie mau seperti itu, tapi selalu saja terbentur pada takut kehilangan..
Kehilangan yg buat ejie takut akan mencoba, tapi kali ini ejie menjalaninya.

Saran ejie buat temen ejie yang gundah hatinya, “Jangan berlarut, teman.. Keluar dan buktikan bahwa kamu adalah wanita yang nanti akan disesalinya di kemudian hari.”
Disesali karena kamu adalah wanita tertangguh yang pernah ada dalam kehidupannya.
Dan ejie bilang ke teman ejie bahwa semuanya masih jauh lebih baik daripada kapal yang mulai membuka layarnya dan meluncur ke permukaan laut..
Bahwa masih jauh lebih beruntung daripada telah mengarungi lautan tapi gagal bertahan di tengah pusaran ombak yg deras..

Kegagalan adalah awal kesuksesan dan awal dari bangkitnya hati yg baru, menurut ejie.
So, keep the faith! =D

Saya akan ada untukmu jika membutuhkan…
Sayah sayang yang membutuhkan sayah…… 🙂

*July 04, 2012 (03.28 PM)
*Siang ini, di kantor ini, bertutur di sela bajakan kompi untuk seseorang…..