Pilihan Wisata si Biru di Pantai Pandawa Bali

Apakabar pantai di bulan November? Angin mulai kencang, ombak yang tinggi, memasuki penghujan? Well, tetap saja pantai adalah wilayah santai ceria yang akan disukai oleh siapapun. Apalagi kalau banyak pilihan wisatanya disana. Seperti Pantai Pandawa di Bali. Sudah kesana?

Checked, Pantai Pandawa!
Doc Desi Bidan

***

Continue reading Pilihan Wisata si Biru di Pantai Pandawa Bali

Advertisements

Bali: Uluwatu, Puncak Batu Diantara Laut dan Hutan

Pulau Dewata atau Bali memiliki banyak pura. Hampir kesemuanya bisa dikatakan beragama Hindu. Salah satu tempat wisata yang dapat melihat pemandangan indahnya dari ketinggian adalah Pura Luhur Uluwatu.

Uluwatu from the other side.
Doc pribadi.

Continue reading Bali: Uluwatu, Puncak Batu Diantara Laut dan Hutan

Melukat di Tirta Empul Bali

Wisata Bali selalu bernuansa keagamaan. Hampir di tiap tempat yang dikunjungi, tidak lepas dari kisah legenda atau sejarah jaman dahulu dari tempat wisatanya. Wisata Pura Hindu memang mendominasi hampir di semua tempat wisata. Selain itu, kita pun wajib menggunakan kain saat berkunjung.

Ratu di depan pintu masuk Tirta Empul. (doc Ratu, taken by me)
Ratu di depan pintu masuk Tirta Empul.
(doc Ratu, taken by me)

Continue reading Melukat di Tirta Empul Bali

Benak Senja di Tanah Lot, Bali

Entah sudah berapa kata senja yang saya ucapkan hari ini. Senja yang terlihat hanya sebatas layar handphone saja. Senja yang tampak dari file hasil jepretan dalam perjalanan beberapa bulan belakang di layar komputer. Senja yang saya baca di laman blog sahabat, atau senja yang berakhir dalam pelukan kerinduan?
Ahh senja…
Senja diantara bebatuan Pura Tanah Lot. Doc pribadi
Senja diantara bebatuan Pura Tanah Lot.
Doc pribadi

Continue reading Benak Senja di Tanah Lot, Bali

Udeng dan Ikat Kepala Dayu

Membuka album foto itu bikin kangen ya?
Iya, kalau orang yang ada di album tersebut adalah orang yang bersahabat.
Terlebih jika ia tidak memilih-milih dalam berteman. Terlebih jika ia menganggap kita sebagai saudaranya. Terlebih jika ia banyak mengajarkan hal baru pada kita. Terlebih jika ia adalah teman yang tidak hanya memberi, tetapi juga menerima.
Dia memang banyak kelebihannya.
Dia teman yang bersahabat.
Dia pun mengajarkan ikat kepala Bali padaku.
***
Aku, Dayu dan Rainy saat event Sail Morotai 2012 lalu. (doc Ka Agus)
Aku, Dayu dan Rainy saat event Sail Morotai 2012 lalu.
(doc Ka Agus)

Continue reading Udeng dan Ikat Kepala Dayu

Jurnal Hitchhiker: Perintah Hati?

Langitku (doc pribadi)
Langitku
(doc pribadi)

KRI Surabaya 591
Pelabuhan Benoa, Bali, Sandar
23 Februari 2013

“Helly deck ya, Jie… pagi ini,” sebuah pesan mampir dalam wasapku.

Hoo?? Ini perintah? Siapa ya?

***

Langit, laut, gunung = sukaaaaaa (doc Hikmah photo by me)
Langit, laut, gunung = sukaaaaaa
(doc Hikmah photo by me)

Aku yang sudah rapi sedari pagi. Sudah berjalan-jalan kemana pun tiap pagi di kapal itu karena memang setelah shubuh, mataku tak pernah bisa terkatup. Kalau tak menulis untuk PR blog ku, pasti aku selalu menelusuri lorong-lorong kapal. Jika tak juga, aku pasti sudah nangkring di anjungan atas untuk berburu langit pagi dan menunggu sapaan sunrise yang keluar dengan sinar cantiknya dan menghirup udara segar lautan yang aku suka. Hahh…. Sungguh pagi yang selalu kunanti 😀 .

Demikian pula saat ini. Aku sudah berjalan-jalan dari setiap sisi kapal yang kusuka. Mengambil gambar di anjungan, bermain di car deck, melirik dapur dan jangan coba masuk di kala ramai karena nasi akan tampak menggunung disana! Hahaaaahaha…..

Helly deck! Aku sudah disini juga untuk mengambil gambar persiapan peserta Pelantara II yang akan berkunjung ke Pemerintah Daerah, tepatnya bertemu dengan Gubernur. Sayang, aku tak bisa ikut serta disana untuk menulis. Tapi tak apa. Cukup senang dengan segala sudut apapun yang bisa kutulis atau sekadar memotret untuk blogku.

Ohh… aku ingat! Ini kejadian saat kapal bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali untuk debarkasi peserta. Dan sebelumnya, seluruh peserta akan bertatapmuka dan mungkin mendapatkan sedikit wejangan dan nasihat dari Gubernur Bali.

Iya, iya…. Baju kaus putih, celana kurus dan sneakers hitamku serta kupluk hijau ala gunung adalah setelanku pagi itu. Yapp, ingat! Hha…

Duduk bercerita dengan Komandan Joni, KRI Surabaya 591 di lapangan basket helly deck yang tetap menanyakan teman-teman yang tak kelihatan batang hidungnya.

“Mana mereka, Jie? Masih pada busuk mata ya teman-temanmu, Ejie?”

“Iya, Komandan…. Seperti biasa.”

Kami tertawa dan mengalir cerita tentang kegiatan pagi hari itu.

Sedang asik bercerita, tiba-tiba ia datang tetap dengan gaya laporan tugasnya itu.

“Siap, ndan!”

Blaaaaa….. blaa.. blaaa…
Aku tak tahu arti laporannya yang menggunakan bahasa laut. Tertunduk, hanya itu yang kulakukan. Aku tak berani untuk mendengar lebih lanjut laporan-laporan itu, beringsut beranjak pergi untuk mengambil foto awan, langit yang sedang apik juga kegiatan di darat dimana para peserta tengah menunggu kendaraannya. Beragam pakaian daerah yang dikenakan. Mungkin untuk menampilkan kebudayaan pada saat hiburan di Pemda nanti. Sebagian tetap dengan pakaian lengkap Pramuka nya.

10 menit kemudian, aku mendengar sebuah suara diantara riuhnya kegiatan pagi itu.

“Ejieeee….. Ejieeeeeee…. Hadeuuhh, kamu itu kalau sudah ngambil foto dan nulis, susah manggilnya ya?”

Aku nyengir. Senyum saja tanpa tahu harus ngapain.

Ayok temenin ke anjungan!” perintah lagi???? Ckckkkk….

“Katanya disuruh ke helly deck. Ini kan sudah?” sahutku heran.

“Lha, kan sudah fotonya. Urusan saya disini juga sudah beres. Sekarang ke anjungan,” ajaknya.

“Baiklah….”

Okeeee…… skip lorong deck G yang ramai, ehh…. Lupa saya ramai ngga ya? Pastinya masih ramai dengan jam waktunya sarapan pagi itu saat kami melewati lounge room ABK.

***

Teman Pramuka di Pelantara II yang bersiap menuju ke acara di Gubernur-an (doc Hikmah photo by me)
Teman Pramuka di Pelantara II yang bersiap menuju ke acara di Gubernur-an
(doc Hikmah photo by me)

Anjungan!

Dia yang tengah sibuk dengan pekerjaannya mengecek segala sesuatunya, aku menyelinap keluar anjungan kembali mencari sudut-sudut cantik langit di Pelabuhan Benoa ini. Cekrek! Dapat beberapa gambar langit dan truk, kendaraan yang akan mengangkut peserta Pelantara II.

“Ejieeeeeeeee……… ampun deh ngilang terus kamu itu ya?” wajahnya bersungut-sungut lucu.

“Lha, kenapa? Salah lagi Ejie ya?!???” waaakakaaka…. harus gimana aku ini. Bingung 😛

“Bukan, kamu itu lho, bikin aku bingung. Nanti kamu sendirian, aku bingung,” ujarnya masih dengan wajah yang aku geli ngelihatnya.

Kasihan dia, sibuk tapi kenapa mesti bingung dengan aku ya? Aku pun bingung kalau harus menemani orang bekerja. Aku bisa mengisi kesendirianku dengan apapun. Buku ada, kamera ada, hape standby. Kalau bosan, tinggal pilih satu diantaranya saja kan? Atau aku tinggal balik ke lorong kabinku dan mencari teman-teman yang hobi busukin mata. Hahaaaa

O-ow…..
Dari anjungan, dia mengajakku turun. Kemana? Aku lupa….. 😀

Hmmm…. Skip lagi lah kalau begitu.

Terus terang ya…. Setelah ini aku lupa apa yang terjadi. Dia kemana, aku kemana. Yang aku ingat, aku sudah berada di bawah, di luar kapal dan kembali sibuk memotret sana-sini dan bercerita dengan awak kapal yang ngaso di darat. Hheheee…..

*maafkan saya ya? 🙂 (jie)

***

Pengen banget foto disini. Makasih kadores yang sudah fotoin saya :) (doc Hikmah)
Pengen banget foto disini. Makasih kadores yang sudah fotoin saya 🙂
(doc Hikmah)
Take picture of the places i like (doc Hikmah photo by me)
Take picture of the places i like
(doc Hikmah photo by me)

Catper Hitchhiker: Hitching 2 Bali [Edisi Kadeplog]

Before:

KRI Surabaya 591 in My Mind [Prolog]
Catper Hitchhiker: Pelantara II Temu Saka se-Indonesia
Catper Hitchhiker: Rasaku pada KRI Surabaya 591
Catper Hitchhiker: Pramuka, Mangrove, dan Donor Darah [Tegal]
Jurnal Hitchhiker: Keluarga Kecil Kucing Laut Berisik
Catper Hitchhiker: Yuk, Masuk Dapur KRI Surabaya 591
Jurnal Hitchhiker: Tepar di Hari Pertama Sandar Bali
Jurnal Hitchhiker: Jengukan Tak Terduga
Journal Hitchhiker: Ajie atau Ejie??
Journal Hitchhiker: Adegan Si Empuk Penyangga Perut
Pasangan Jiwa yang Hilang
Jurnal Hitchhiker: Another Story Bout Sugar of the Sea That I’ve Found #fill me in the blank
Jurnal Hitchhiker: Foto Untuk Komandan Joni [KRI Surabaya 591]
Jurnal Hitchhiker: Jalinan Dalam Kepangan Rambut
Catper Hitchhiker: Jempol Hitching Perdana di Benoa Bali
Jurnal Hitchhiker: Rupa Adik Angkat di G 29 dan G 31
Catper Hitchhiker: Krisna, Pusat Oleh-oleh Khas Bali [Jilid 1]
Catper Hitchhiker: Erlangga 2, Pusat Oleh-oleh Khas Bali [Jilid 2-Edisi Kapten Bambang]
Catper Hitchhiker: Yuk, Kebut Motor Kejar Bali
Mie Kluntung Cak Pi’i [Surabaya]

Selesai antar motor sewaan, dapat hitchingan(doc pribadi)
Selesai antar motor sewaan, dapat hitchingan
(doc pribadi)

Pelabuhan Benoa, Bali
23 Februari 2013

Kapal sudah akan berangkat, motor sewaan Kadepnop belum dikembalikan. Sun Arga yang menghilang, kunci motor yang tercecer terbawa Kadeplog, Kadepnop yang standby di kapal menunggu, membuat Hikmah mengajakku mencari Kadeplog dan mengantar motor ke langganan sewaan kami di Benoa, Bali.

Aku tak foto kedua motor sewaan yang terakhir diantar itu. Biasalah, lupanya aku ini susah minggir sejenak, pffth~

Haaa…. Itu Kadeplog!

Continue reading Catper Hitchhiker: Hitching 2 Bali [Edisi Kadeplog]