Disengat Butiran Affogato Ranin

Paduan kopi dan es krim dengan sensasi rasa tersendiri. Tiap tempat ngopi, mempunyai cita rasanya. Sudah dua kali saya menikmati es krim kopi ini, dan tetap saja, JATUH CINTA!

Affogato, Rumah Kopi Ranin
Taken by me, credit by Sita

Continue reading Disengat Butiran Affogato Ranin

Singapore: Es Krim 1 Dollar

Hari yang terik, menyengat kulit legamku.
Matahari yang menyorot langsung menembus kaca minus yang bertengger di hidung bercahaya ini, membuat mataku menyipit.
Di ujung sana, sebuah gerobak berpayung lebar dan berwarna merah dengan kerumunan orang yang mengantri untuk dapat menikmati sepotong es krim dengan rasa idaman pun menanti.
Demikian aku yang sangat menginginkannya.
Uhhh… tenggorokaaaaaann 😉

***

Enjoy our ice cream @Esplanade Park, Singapore (doc pribadi)
Enjoyed our ice cream @Esplanade Park, Singapore
(doc pribadi)

Espalanade Park
Ngee Ann City, Takashimaya
Singapore

October 28-29, 2013

At noon~

Ramai kami berlarian ke arah gerobak tersebut. Iya, kami yang telah keluar dari Subaru Challenge The Asian Face Off, kelelahan berjalan kaki yang lumayan jauh menurut kaki kami. Setelah dari Patung Singa Merlion, kami menyusuri jalan dibawah jembatan yang lumayan terhindar dari terik matahari agar mendapatkan suasana yang berbeda dari perjalanan awal tadi.

“Itu es krimnya, mauuuuuuu….” aku berlarian berebut dengan teman-teman Subaru lainnya. Semua sibuk melihat daftar pilihan rasa yang tertera pada gerobak bersih penjual es krim tersebut. Menekuri pilihan mana yang akan dipesan.

Ahh dasar!

Padahal jajanan es krim itu hampir di tiap kesempatan kami tak melewatkannya. Mereka selalu saja ada ditempat-tempat strategis dimana para wisatawan pasti mampir untuk cuci mata.

Buset, es krim dimana-mana bukannya sama saja ya? Mau luar negeri maupun dalam negeri, sepertinya tak berbeda. Hanya rasanya kan yang aneka rasa? Waaakaaka… Entahlah, es krim seharga 1 dollar Singapore ini memang mempunyai rasa tersendiri. Atau mungkin selain tempatnya bersih, kategori menarik lainnya adalah harganya yang hanya 1 dollar. Padahal kalau di Rupiahkan, hitungannya sama dengan satu bungkus es krim magnum lho?!? Bisa juga seharga makan siang ala Indonesia. Seharusnya lebih pilih beli makan siang ya karena memang hitungannya ketika itu sudah masuk pukul 12 waktu setempat.

Cuaca panas juga turut mendominasi keinginan untuk memberikan kelegaan pada tenggorokan. Adeeeemm…. maknyuuuss kalau disinggahi oleh sepotong es krim. Heheheeee

Kami mengantri untuk mendapatkan rasa yang diinginkan.

Oia, makan es krim potong ini, bisa dengan cone (kerupuk es krim), roti, bisa juga cukup dengan pesan es krim saja taruh di gelas kertas atau dengan wafer. Kebanyakan sih, pesan es krim pakai roti, lebih enaaaaakk dan kenyang. Lumayan kan penggantinya nasi buat perutku.

Kurasa, es krim berpayung merah ini juga merupakan salah satu penarik minat bagi wisatawan yang melancong ke Singapore. Hampir di setiap sudut, bisa dengan mudah menemukan para penjual es krim ini.

Di kesempatan lain, kami menikmati kembali es krim keinginan kami ketika melihat-lihat para peserta Subaru Challenge The Asian Face Off di lokasi lomba, Ngee Ann City, Takashimaya. Disana jalur favorit kami karena untuk berjalan-jalan dengan MRT, jalur subway terdekat adalah via Ngee Ann.

Pojokan Ngee Ann City, langganan jajan es krim 1 dollar Sing ini. Wo-hoooooo 🙂

Jadi kalau kalian sedang berjalan-jalan di Singapore, hayoooo…. cobain deh makan es krim aneka rasanya. Apalagi kalau ramai dengan teman-teman, SERU! 😀 (jie)

***

Harga es krim per potong: 1 dollar Sing
#tergantung pelapis es krimnya mau pakai apa

***

Es Goreng Strawberry Trisakti

Penasaran sama camilan es goreng ini akhirnya kesampaian juga. (doc pribadi)
Penasaran sama camilan es goreng ini akhirnya kesampaian juga.
(doc pribadi)

 

Masih edisi norak nih Ejie… 😛

Kali ini adalah saat perjalanan pulang dari bandara setelah manggungnya grup band Tarzanboys di Palembang, Sumsel beberapa saat lalu. Karena kesorean, dan semua crew belum makan siang, jadilah kami mampir ke daerah Jakarta Barat, terdekat dari pintu keluar tol setelah dari bandara.

Ejie yang demen (suka) makan sesuatu yang belum pernah Ejie coba (kemana aja selama ini, Jie??) akhirnya ketemu juga sama camilan satu ini yang bikin penasaran.

Sering dengar namanya, tapi ngga pernah tahu seperti apa sih es goreng itu??? Ada ya es yang bisa digoreng? Bukannya nanti malah lumer, gitu?

Aihh…. Aihh… cerewet ahh. Pesan saja es gorengnya buat Ejie biar ngga ngences dan kebanyakan ngomong. 😀

***

Penyajian yang cantik, roti yang digoreng dan voilaaaaa…. Ada es krim didalam roti tersebut. Hmmm… ternyata begitu ya es goreng? Disembunyikan dalam roti, lalu digoreng? Pantas saja tidak lumer.

Ciciplah es goreng strawberry pesanan Ejie ini…

Menurut Ejie, es krim ya sudah pasti enak. Rotinya ketika dipotong dan digigit  lembut, tidak berminyak dan aroma rotinya harum. Dicocol dengan topping coklat yang ada sebagai garnish tersedia diatas roti. Lumayan, enak juga meski tidak istimewa.

Sayangnya, astor (astor itu merk ya? Nama cemilan sebagai pelengkap rasa coklat itu apa donk?) yang ada, rasanya biasa saja. Pun ketika melihat strawberrynya. Sepertinya dimasukkan dalam freezer, karena keras banget begitu Ejie coba gigit. Ngga fresh rasa strawberrynya. Yaaahhh…. Mengurangi pemandangan dan rasanya deh kalau Ejie menilai sebagai penikmat simple kuliner.

Harganya Rp 10.000,-

Camilan ini bisa dicoba di tempat nongkrong teman-teman Universitas Trisakti, Jakarta Barat. Ejie lupa tepatnya di jalan apa. Nanti Ejie cari lagi deh infonya. Tapi ini tempat yang sangat mudah dijumpai, karena letaknya memang bersisian dengan kampus Trisakti kok. (jie)

***

Es Krim Kampung

 

Es krim kampung(doc pribadi)
Es krim kampung
(doc pribadi)

Kok es krim kampung? Iya, karena ini es krim biasa yang ngga banyak campurannya. Es krimnya masih yang buatan ala jaman dahulu. Masih sederhana. Pembuatannya juga dengan cara yang sederhana kok.

Aku sempat berbincang dengan si abang. Bahannya berupa:

  • Santan
  • Buah/perasa
  • Gula
  • Susu secukupnya
  • Garam

Di bawahnya dalam gerobak es krim itu ada garam untuk membuat es krim tetap beku. Masih original banget lho? 🙂

Es ini selalu lewat depan rumahku tiap hari di jam yang sama. Si abangnya selalu lewat antara pukul 16.30-17.00 WIB. Terkadang weekend kalau pesanannya banyak untuk suatu acara, si abang ngga nongol (datang) deh depan rumah.
*lain kali Ejie tanya nomor telponnya deh kalau ada yang mau pesan untuk acara. Kali saja rezekinya si abang kan? Menolong sesama, bolehkan? 😀

Kalau aku di rumah, mungkin bisa di bilang, aku akan beli tiap hari. Kenapa?

  1. Varian rasanya selalu berganti-ganti.
  2. Harga terjangkau
  3. Penjualnya ramah
  4. Langganan orangtuaku sejak lama, sampai hafal 😀

Rasa apa saja sih?

  1. Coklat
  2. Mangga
  3. Nangka
  4. Vanila
  5. Alpukat

*untuk rasa mangga dan nangka, lihat musimnya.

Oiya, topingnya itu biasanya diisi dengan roti, ketan hitam dan mutiara. Pilih salah satu untuk topingnya boleh kok.

Kisaran harga mulai dari Rp 1.000,- sampai berapapun.

  • Rp 1.000,-            : es krim pakai kerupuk kerucut/mangkuk kecil
  • Rp 2.000,-            : es krim mangkuk sedang lumayan besar tanpa toping
  • Rp 2.000,- dst     : es krim lengkap plus toping

Wisata kuliner itu ngga perlu mahal kok kalau buat Ejie. Cocok dan lega di perut juga rasa yang pasti enak dengan bumbu yang pas, itu sudah cukup.
*es krim pakai bumbu juga ya? xixixiixxiii

Mari makan es krim ala Ejie, Es Krim Alpukat Kampung Toping Pisang Roti, slruuuuuphh… (jie)

***

Es krim kampung toping roti dengan racikan tambahan sendiri menemaniku sembari menulis(doc pribadi)
Es krim kampung toping roti dengan racikan tambahan sendiri menemaniku sembari menulis
(doc pribadi)