TOURING on the go

Hujan, Sarung Hati dan DIA

Bila ada satu titik terang, berharap itu DIA. Bila ada satu bintang, ingin itu DIA. Bila benar ada KESABARAN, semoga itu DIA. Bila ada hati yang sederhana dan tulus, DO'A kan itu DIA. Belajar pada rinai hujan yang tak lelah jatuh ke perut bumi, latihlah sabar itu. #andai saja bukan impian *** Puncak-Bogor POM Bensin,… Continue reading Hujan, Sarung Hati dan DIA

Iklan
cerita jiwa

Ratusan Hari Menyepi

Bulan yang sama Tahun berbeda Seperti apa kesepian? Ketika terhenti hingga ratusan hari Menantimu dalam hitungan detik Terasa lamakah? Tak tahu apa Hingga degubku meneriakkanmu Berseru berkali-kali Bila jari terhitung 10 Bagaimana dengan rindu? Adakah yang bisa melukiskan kilatan hatiku padanya Bila rinai hujan membasahi jalanan hati Bagaimana mengecapnya dalam rasa? Adakah jatuhannya membuatmu limbung… Continue reading Ratusan Hari Menyepi

cerita jiwa, TOURING on the go

Obrolan dalam Hujan

Bersama Bintang, meski hujan, takkan bosan menunggu. Karena Bintang adalah kenyamanan jiwaku. Aku memang suka hujan. Sangat suka! Walau begitu, aku tak tahan dingin, Bintang akan menjagaku. Selalu dengan kesabarannya itu. Terselip cerita anak-anak didalam hujan yang menjadi perhatianku atas apa yang dilakukan Bintang. Sayang Bintaaaaaaanng.. 🙂 *** Jalur Puncak-Jakarta (Setelah Setahun) Gerimis yang Hebat… Continue reading Obrolan dalam Hujan

cerita jiwa

Menunjuk Satu Hati

Hati yang sabar Jika boleh memilih Akan tetap kutunjuk hatimu Mengajariku untuk terus berlatih Pun jika kau mengacuhkan segala rasa Jika kau membuangku dalam gelap Jika kau menyudutkanku pada tempat tak seharusnya Jika kau menenggelamkan ragaku Ahh... ahhh.... Mengapa ini? Kemana warasku? Entah menghilang membumbung jauh ke angkasa Tak mempedulikan aku disini Berjuang menjaga hati… Continue reading Menunjuk Satu Hati

cerita jiwa

Menangis dalam Sepi

Seharusnya ini adalah kebahagiaan Bertemu setelah sekian lama menanti Tapi tidak di saat ini Lihatlah diri Duduk sendiri pada sudut tepian hati Tanpa teman sehati Sendiri mengulum sepi Menggamit hari berteman empedu Tak bertepi Tengoklah suramnya pada sebuah titik Terselubung dalam kelam Mengharap pada malam Sejenak waktu berganti Sendiri tak jua beranjak Seakan berkata, "Kaulah… Continue reading Menangis dalam Sepi