Rasaku

(doc pribadi)
(doc pribadi)

Kaki Gunung Manglayang
Januari 25, 2014

Tiada yang lebih indah bila berada diantara teman-teman yang membuat diri tertawa ceria
Tiada yang lebih ceria bila berada diantara sejuknya gemerisik angin semilir menggelitik telinga
Tiada yang lebih sejuk bila berada diantara dedaunan yang selalu membisikkan kalimat syahdunya diiringi segarnya angin pegunungan

Tiada yang lebih syahdu bila diantara tenda dan sunset terbentang cahaya romantis
Tiada yang lebih romantis bila diantara sahabat bergulir kisah bahagia
Tiada yang lebih bahagia bila diantara cerita semburat senyum mengukir rona indah di jiwa

Tiada yang lebih merona bila diantara kisah terselip alunan nada menggoda
Dan tiada alunan seindah sabar hatimu..

Semua rasa tiadalah tercipta bila hati terjebak jurang, memburam dan menghitam
Aku, untukmu, untuknya dan mereka yang selalu mengiringi tiap langkah lambatku
Hiaslah damai selalu di jiwa, agar dunia terus merekah tak berkesudahan
Bagiku dan bagimu

#catatan jejak bintang diantara pepohonan (jie)

Patahan Ingatanku

Kangen nulis?? Iya!
Sudah lama juga rasanya ngga menuangkan otak mumet ini.
Menulis buat Ejie itu seperti menyambungkan rasa kangen padanya, ehh….
Jujur, sangat membantu dan lumayan terobati juga sih.. 🙂
Ejie ada cerita deh tentang patahan-patahan yang hilang.
Apa itu?
Ngga tahu juga, hanya angan yang berkeliling dan hinggap di beberapa tempat serta menentramkan rasa.
Apa sih?!??
Jawabnya, baca saja coretan hati ini..
***
Full of u there :) (taken by Erore doc pribadi)
Full of u there 🙂
(taken by Erore doc pribadi)

Ingatanku tiba-tiba melayang pada beberapa perjalanan tahun lalu yang kujalani. Saat ia – mungkin masih sedikit peduli, menurutku mungkin pula sayang yang tak terucap 😛 – ada untukku, ketika itu….

Patahan yang menari-nari di anganku. Mengingatkan dalam tiap kesabaran yang selalu ada pada jarak pandang hatiku. Tak pernah membuatku bosan – pun hingga kini – meski ia hampir tak selalu ada disampingku. Hanya bisa merasakan. Tak bersamanya saja bisa begitu, bagaimana bila bersama? Ahh… tutup mulut. Hhaaa

Dan satu per satu, ingatan itu membentuk bulatan awan di rongga anganku….

***

Bundaran HI, Kumpul Komunitas

26-05-2012, 08:27:33 AM

“Ok siap!! Kalau ada yang bareng, bilang saja sudah di tag yaaaa…..” salah satu penggalan SMS untukku.

Aaaaaakk!
Jelas, aku yang tak berteman setelah sekian tahun, merasa, “Are you angel of my life?” Pertanyaan yang kerap hadir dalam lelap tidurku di kemudian hari setelah bertemu dengannya.

Entah, entah, entah….

Aku hanya menikmati perjalanan hatiku selanjutnya yang penuh dengan senyuman akannya. Iya! Kesabarannya itu memenuhi ruang hati yang kosong, namun tak berani bermimpi karena sungguh terlalu banyak perbedaan yang dengan sadar teramat kupahami. Tak layak, tak pantas, tak sepadan? Namun tak bisa kuhindari…

Kenyataannya setelah sms itu kuterima, kami bertemu di titik yang ditentukan.

“Yuukk, pindah tongkrongan,” seorang teman mengajak, diikuti oleh lainnya. Beringsut dan bergerak. Demikian pun aku dan dia. Tempat kami akan pindah itu sebenarnya tidak terlalu jauh, tetap saja harus sekaligus memindahkan kendaraan yang mereka bawa.

“Aku ikut ya?” salah seorang temanku to the point mengatakan keinginannya ikut naik kendaraannya. Jleb! Diam, hanya itu yang bisa kulakukan. Menunduk dan mencari-cari pengalihan lain dengan ikut cerewet dengan teman lainnya. Tak berani berkata apapun, tak berani melihat padanya secara langsung, ehh… masih mencuri pandang juga walau ngga rela sih. Pengen mewek, tapi memang ngga seharusnya kali ya aku begitu? Hhhhhh… ngga tahu apa itu namanya.

Heiii… sepertinya aku tak salah lihat, ia pun melihatku. Benarkah? Aku tak bisa mengartikan pandangannya, tapi aku jelas merasakan ada gemuruh dalam bathinku. Ingin berontak?? Ngga mungkiiiiiiiiiiinnn….

Aku mengikuti saja tarikan tangan lembut temanku yang mengajaknya naik mobil di parkir seberang. Tertunduk, lesu dan kebiasaanku menendang yang kutemui di jalan sambil tetap menggenggam tangan temanku. Aku kehilangannya sesaat. Tetap saja kuakui, hate that moment.. 😦 HELP!

***

Sad Trekking, Somewhere He Know Where
16–6-2012, 06:10:52 AM

Patahan selanjutnya…

“Ngga dingin disana. Ini aku bawain SB (sleeping Bag) kemarin.” SMS lainnya untukku.

Peduli padaku? Iya, aku merasakannya meski ia tak pernah mengatakannya padaku. Samar, entah apa yang kuharapkan dari rasanya itu. Aman? Iya! Selalu bila ada dia.

Sepanjang ingatanku, ini adalah perjalanan sedihku tanpanya. Tujuan yang sama dengan tim berbeda. Bertemu, berpisah, bisa bersama tapi sedih. Ahh… memang ngga boleh bersama sih intinya.

Entah, entah, entah……..

Jadi ingin ia ada? Kembali kesabarannya menghantam jiwa terdalamku. Toloooooooooonngg…

Dan ketika timku bertemu dengan timnya, aku ingin disana. Rezeki? Sepertinya keberuntungan berpihak sekejab padaku. Tak tahu bagaimana awalnya, timku sudah bersilaturahim terlebih dahulu ke rumah yang dituju. Karena tempat di dalam tidak cukup, aku dapat giliran paling belakang yang akhirnya bisa membuatku bersamanya setelah kunjungan dan obrolan silaturahim tersebut.

***

  • Teras Penuh Bintang

Tanpa kusadar, mungkin itu adalah bintang dengan tatapan pertamaku di langit setelah keinginan tersembunyiku (nanti cerita tentang bintang di tulisan lain yah? hhe).

Mungkin buatnya, disana itu ngga dingin, tapi aku? Tak tahan hawa dingin, apalagi di luar rumah. Suasana yang sepi, malam gelap tanpa penerang dan listrik yang memang (sengaja) tak ada serta udara yang menurutku memang dingin malam itu.

“Kamu dingin?” ia menangkap radar badanku yang mulai menunjukkan tanda-tanda kedinginan. Sigap kan? He-ehh… Suka? Iya!! 😀 Tanpa menunggu jawabanku, ia masuk ke dalam rumah tempat ia dan timnya bermalam, mengambil sesuatu.

“Pakai ini, biar hangat,” ujarnya.

😥 Untung ya gelap ngga ada penerangan, jadi ia atau siapapun yang melintas di depan teras itu tak bisa melihat air yang tiba-tiba mengalir hangat di pipiku tanpa sadar.

Tuhan… sampai kapan hal ini ada untuk hatiku? Bolehkah meminta?

Ia benar-benar membawa SB hangat itu! Menyelimuti tubuhku dengan SB yang dijanjikan dalam SMS lalu.

Masih seperti inikah sikapnya jika saja ia tahu aku yang sebenarnya, Tuhan? Pertanyaan yang tak berani kutahu jawabnya.

Perbincangan hangat di teras yang hingga kini masih tersimpan rapi dalam folder hati, ingatan dan bathinku. Takkan melupakan meski ia takkan mengingatnya karena tak penting dan sebaiknya mungkin tak semestinya ada aku dalam kehidupannya.

Mengingat tiap detilnya. Percakapan ringan lengkap dengan cerita dan tawa, sikapnya menjagaku, sesekali merapikan SB yang melorot dari tubuhku kala keasikan bertutur, HUAHHH!
*miss the moment and u!

Pertanyaanku padaMU, RABB:
Kebaikan ini, tidakkah ada untukku? Tak pantaskah? Mengingat kesabarannya…. Sabarkan dan kuatkan aku, Tuhan. AMIN YRA.

  • Genggaman Kali Dingin dan Rumah

Tempat yang sama. Genggaman tangan hangatnya yang menuntun langkah butaku dalam gelap bersama timnya menuju kali malam hari. Mau ngapain malam-malam? Ada yang mau mandi, buang air dan sekadar jalan saja cari angin. Intinya ya bersama. Melihatnya tertawa bersama teman-temannya membuat hatiku berkata, “Ini memang tempat seharusnya ia berada dan bukan aku.” Tawanya itu menunjukkan ia yang semestinya. Berbeda jika bersama timku. Apapun itu, aku suka tawa dan senyumnya.. 🙂

Genggaman hangatnya itu pun mengantarku pulang ke rumah dimana aku bermalam bersama timku yang ramai. Sedikit kaget, soalnya dua orang temanku ternyata menunggu kepulanganku karena was-was aku hilang dari rombongan. Soalnya, aku keseringan nyasar kali ya, jadi ditungguin tuuuuuuhhh… kwkwwww……

Kita ngobrol sebentar di teras sebelum akhirnya ia pulang. AAaaaaaaaakkkk……… ngga mau pisah.. hiiiiikkss 😦

***

Next Traveling
13-07-2012, 19:53:12 PM

“Tinggal belok saja di UKI.. macet di terowongan,” another SMS.

Kami berempat sudah siap, hanya menunggu kedatangannya saja. Hmm… saat itu komunitasku berencana main ke laut. Karena dua hal, maka diambil keputusan dibagi dalam dua kloter keberangkatan, yakni sore dan malam. Kami kebagian kloter malam karena sebagian di kloter malam, rata-rata adalah pekerja yang bisa berangkat setelah aktifitas kantornya.

Di waktu yang dinanti, akhirnya ia muncul dengan senyum sabarnya yang aku suka! Senyum penyemangatku datang! Horeeeee….

Kembali entah, entah, entah………..

Bersamanya membuatku merasa kesabaran berpuluh kali lipat. Nyaman? Pastinya. Ahh, ahhhhh…. ngga tahu kenapa. Kekuatan itu selalu ada saat ia ada. Keceriaan juga bisa bertambah. Kebahagiaan pun tak terkira walau aku bakal menjadi bulan-bulanan ledekan teman-temanku, aku selalu saja bahagia karenanya.. 😀

***

KINI

Apa yang harus diceritakan????????????? Sepi!!!!!!??! It was a dream, trully in my head!

~Lembaran yang BURAM dan tertumpah NODA~ (jie)

***

#miss u, BINTANG

Hangatnya Bintang

There u r, in ur tent (doc icy thing)
There u r, in ur tent
(doc icy thing)

Dan ketika lengan hangatmu merengkuhku
Aku terisak
Menyembunyikan dalam peluk
Tanpa aba-aba

Dan ketika genangan air itu tumpah
Mengalir di anak sungainya
Engkau menghapusnya
Penuh sabar

Dan ketika nyaman itu menyeruak
Mendominasi keadaan
Aku menyambutnya
Dalam

Dan ketika malam menyentuh
Dingin menyekat
Hanya nafasmu yang menenangkan
Aman

Dan ketika alam mengingatkan lengkap jiwamu
Perih terasa
Sepi ku kini
Karena kau tak disisi

#edisi buku hati papandayan

Padamu Bintang

(doc pribadi)
(doc pribadi)

Mengapa kau ada disana
Sendiri dalam temaram malam
Menghentakku dalam alam sadar
Memicingkan mata tiada berkutik

Terdiam pada sebuah sosok
Ramah dan tersenyum
Entah pada siapa
Aku tertegun

Ingin berpaling
Namun tak sanggup
Sekelebat bacaan melintas di pikirku
Hentikan!

Sayang…
Semua terlambat
Tiada mampu memutarbalikkan waktu
Berada di kesempatan yang sama

Kini, tersakiti jiwa
Memulai perih
Menggenggam angan
Dan tak berkesudahan

Mengingatmu dalam pandangan yang sama
Menghadirkanmu dalam tautan rasa yang serupa
Menghirup aromamu tetap dalam porsi yang tak berbeda
Hingga tak lagi ada celah melupakanmu

Bintang yang mengajarkan kebaikan
Menapakkan asa yang terpendam
Mengurai berjuta impian
Membekas kuat jatuh ke pelukan

#saat melihat bintang

Jika Hanya Kamu

Barisan hatimu (doc pribadi)
Barisan hatimu
(doc pribadi)

 

Mana yang harus didahulukan
Antara rasa dan ingin
Jika rasa hanya milik seseorang
Dan ingin adalah rasa yang tersimpan

Jika saja bisa kubertanya
Kan terjadi seperti seharusnya
Tak perlu mengulang
Untuk menumbuhkan sayang

Mana kutahu bila ia hadir disini
Menerobos sukmaku
Merusak jaringan syarafku
Membungkam berjuta tanya dihati

Ia dan kesederhanaan
Membuatku terpana
Ia dan kesabaran
Meluruhkan jiwa

Terngiang dalam asa
Takkan lelah
Menantimu disana
Disudut hati yang terbelah

*it’s u again 🙂