Hitchhike Subah-Yogya: Kendaraan Pribadi Sesuai Mindset (Part 2)

Media sign hitchhiking,.
Doc pribadi.

Perjalanan ini mungkin merupakan titik pertemuan tanpa sengaja yang menjadi catatan saya begitu berwarna selanjutnya. Perjalanan hitchhiking Jakarta-Jogja yang entah sudah berapa kali saya lakukan. Perjalanan sendiri karena saya memenangkan lomba foto di sosial media. Perjalanan yang membuat saya harus menahan mata di 4 jam terakhir akibat kantuk tak tertahankan. Perjuangan selalu membuahkan hasil yang sepadan.
Penasaran ngga? 🤔

***

Continue reading Hitchhike Subah-Yogya: Kendaraan Pribadi Sesuai Mindset (Part 2)

Semarang: Lekker Paimo, Jleb!

Duo lekker Paimo! Photo taken by me
Duo lekker Paimo!
Photo taken by me

Dalam hitungan hari di Semarang, saya selalu mendengar kalimat, “Lekker Paimo.” Yang kepikiran, kata lekker itu berkaitan dengan makanan serupa crepes. Adonan tipis yang berisi coklat, keju, strawberry dan segala macam topping manis lainnya.
Ternyata?? Huaaaaa……. LAPAR!!!

Continue reading Semarang: Lekker Paimo, Jleb!

Rp 0,- Kuliner Semarang: Santap Tahu Gimbal [10]

(doc by Erick Samuel)
(doc by Erick Samuel)
Lapar??
Iya, hal itu yang mengisi relung-relung perutku setelah puas dicurigai di kendaran hitching hingga di Muktiharjo Lor, Semarang.
Untung saja Primus sudah sampai duluan di tempat ia menjemputku.
Jadi aku tak perlu berlama-lama menunggu dengan khawatir.
Yuklah… kita makan.
***

tulisan hhi jalan

BEFORE:

hitchhike-by-myself-to-jawa-tengah-prepare/
tentang-aku-yang-berhitchhiking-2/
hitchhike-jakarta-cirebon-rekor-terlama-hitching-3/
hitchhike-cirebon-malang-ujian-kedua-4/
bonus-hitchhike-pekalongan-museum-dan-taman-batik-5/
bonus-rp-0-kuliner-pekalongan-bakso-kepala-sapi-6/
bonus-hitchhike-pekalongan-pantai-ujung-negoro-kulon-batang-6/
hitchhike-batang-ngaliyan-semarang-truk-nasihat-8/
hitchhike-ngaliyan-muktiharjo-lor-semarang-curiga-identitas-9/

Continue reading Rp 0,- Kuliner Semarang: Santap Tahu Gimbal [10]

Hitchhike Ngaliyan-Muktiharjo Lor Semarang: Curiga Identitas? [9]

(doc by Erick Samuel)
(doc by Erick Samuel)
Informasi awal, Ejie mencari Simpang Lima Semarang, tempat Primus akan menjemput.
Walau sering mendengar namanya, seingatku sih belum pernah kesana.
Entah, Ejie  lupa.
Ternyata, lokasi penjemputan berubah seiring dengan tujuan dari kendaraan yang kutumpangi berikutnya.
Takut ngga ya beda dengan nego di awal naik?
Ayo, ikutin donk petualangan Ejie ini.
Lumayan repot karena pengemudi takut padaku, lho kok?!?
Ingin tahu identitas Ejie juga, dan…. wohooooo…. ini pengalaman yang belum pernah ditemui sekalipun selama berhitchhiking secara tim maupun sendiri.
Ada apakah?? Penasaran?
Kemon baca, temans… 😉
***
Lanjut hitching ke Muktiharjo. (doc pribadi)
Lanjut hitching ke Muktiharjo.
(doc pribadi)

Before:

hitchhike-by-myself-to-jawa-tengah-prepare/
tentang-aku-yang-berhitchhiking-2/
hitchhike-jakarta-cirebon-rekor-terlama-hitching-3/
hitchhike-cirebon-malang-ujian-kedua-4/
bonus-hitchhike-pekalongan-museum-dan-taman-batik-5/
bonus-rp-0-kuliner-pekalongan-bakso-kepala-sapi-6/
bonus-hitchhike-pekalongan-pantai-ujung-negoro-kulon-batang-7/
hitchhike-batang-ngaliyan-semarang-truk-nasihat-8/

***

Semarang, Desember 1st, 2012

  • Cari Informasi

Turun di lampu merah depan pom bensin itu, sebenarnya banyak kendaraan umum berupa bus lho yang lalu-lalang disana. Bapak di perjalananku sebelumnya juga menyarankan sebuah bus jika ingin naik kendaraan berbayar. Tapi dasar penasaran yang tetap besar, Ejie mengukuhkan untuk tidak berputus-asa dahulu sebelum berusaha. Dan hari masih terang kok. Kesempatan untuk mencoba hitchhiking juga masih panjang. Mau bersantai-santai menikmati jengkal hitchinganku nih. Hahahaaaa….

Continue reading Hitchhike Ngaliyan-Muktiharjo Lor Semarang: Curiga Identitas? [9]

Hitchhike Batang-Ngaliyan Semarang: Truk Nasihat [8]

(doc by Erick Samuel)
(doc by Erick Samuel)
Selesai menyalin ulang catatan langkah hitchhike yang sempat hilang ketika bermain di Pantai Ujung Negoro Kulon.
Ecy mengantarkan ke Pasar Batang dimana aku akan melanjutkan perjalanan menuju Semarang.
Waktu semakin sempit guna memenuhi janji pada Ricky Merah dan beberapa orang teman yang akan menungguku di Solo.
Kami bergegas, dan ternyata Pasar Batang yang panas tak bisa dijadikan pilihan untuk mencari tumpangan selanjutnya.
Akhirnya aku berjalan mencari lokasi strategis hitchingan beberapa meter di depan.
***
(doc pribadi)
(doc pribadi)

Before:

hitchhike-by-myself-to-jawa-tengah-prepare/
tentang-aku-yang-berhitchhiking-2/
hitchhike-jakarta-cirebon-rekor-terlama-hitching-3/
hitchhike-cirebon-malang-ujian-kedua-4/
bonus-hitchhike-pekalongan-museum-dan-taman-batik-5/
bonus-rp-0-kuliner-pekalongan-bakso-kepala-sapi-6/
bonus-hitchhike-pekalongan-pantai-ujung-negoro-kulon-batang-6/

Foto perjalanan Batang-Semarang bisa klik disini yaaaaa…

***

Batang, 01 Desember 2012

  • Pajang JEMPOL Semarang

hhiSiang yang terik, panas serasa membakar kulitku. Aku tak begitu mempedulikan kulitku yang mulai legam. Resiko dan memang, kealamian inilah yang aku suka. Tapi ya wajar saja. Aku kan habis bermain di pantai/ bersama Ecy dan teman-teman kantornya sebelum aku berdiri di perempatan traffic light Batang ini.

Baiklah, siang itu, aku berencana meneruskan perjalananku. Tentu saja harus berhitchhiking, karena sudah niat awalku melakukan 2 minggu perjalanan konsisten dengan berhitchhiking. Yeaapp, harus bisa dan aku yakin bisa. Semangat yang terus aku gelontorkan dalam benakku.

Aku mulai memperhatikan traffic light, kendaraan, plat kendaraan dan situasi. Meski buta peta, aku sudah bertanya pada Ecy arah tujuanku dan Ecy telah menerangkan arah mana yang harus kuambil. Lumayan, aku sedikit banyak mengerti. Soalnya, aku tadi kan 2 kali bolak-balik ke Pantai Ujung Negoro Kulon untuk mencari catatan perjalananku yang terjatuh. Jadi aku lumayan hafal dengan jalan awal yang harus kulalui berikut menerima penjelasan Ecy tadi.

Continue reading Hitchhike Batang-Ngaliyan Semarang: Truk Nasihat [8]

Loenpia Semarang, Beda Tempat Beda Rasa

Loenpia Mba Lien. Ingat foto setelah hampir masuk mulut ;)(doc Tides photo by me)
Loenpia Mba Lien. Ingat foto setelah hampir masuk mulut 😉
(doc Tides photo by me)

 

Semarang, kota loenpia katanya. Jadi pada dua kali kesempatan aku kesana, tak kulewatkan untuk makan loenpia (lebih sering disebut lumpia).

Yuhuuuu..
Kali pertama ke Semarang adalah ketika aku lomba Backpacking Race #Solorizing to Borobudur (22/09/2012). Kedua, saat aku hitchhiking by myself, mencoba keberuntungan jempolku ke Jawa Tengah melalui jalur pantura (30/11/2012).

Setahuku, loenpia itu ada 2 macam, loenpia basah dan kering. Aku baru mencoba yang kering, yaitu dengan cara di goreng. Aku belum pernah mencoba yang basah. Seperti apa rasanya pun aku tak tahu. Baiklah, ini adalah cerita loenpia ku untukmu.

***

Loenpia Mbak Lien di Semarang(doc Tides photo by Bule)
Loenpia Mbak Lien di Semarang
(doc Tides photo by Bule)
  • Loenpia Mbak Lien

Loenpia Mbak Lien ini berada di jalan Grajen, tapi aku sempat bingung dengan spaduknya yang tertulis Jalan Pemuda. Aku tak menanyakannya karena penasaranku yang lebih besar pada rasa loenpia tersebut ketimbang bertanya banyak.

Aku rasa disana adalah pusatnya. Aku menemukan alamat yang sama lengkap dari kartu nama yang diberikan si mbak yang melayani kami. Ini dia:

Loenpia Mbak Lien
Jl Pemuda
Telp (024) 3580734 / 7620015
Jl Pandanaran (depan Bandeng Juwana)
Telp 081 824 2086
Semarang

Hmmm… hanya menunggu 5 menit untuk disajikan panas, menambah aroma harum loenpia nya.

Loenpia ini disajikan dengan sebatang daun bawang, acar timun berikut cabai rawit jika ingin pedas, serta kuah kental yang sepertinya terbuat dari tepung sagu.

Karena digoreng dan masih panas, begitu menggigitnya, krenyes-krenyes enak deh rasanya. Aku memesan yang original. Menurut informasi yang aku peroleh, bahan utama loenpia Mbak Lien ini adalah ayam.

Loenpia Mbak Lien ini jika dibawa pulang sebagai buah tangan bisa tahan 2 hari dan jika dimasukkan dalam kulkas (freezer) bisa tahan 5 hari.

  • How to get there?

Gampang saja.

  1. Naik bis kota yang melewati Jl. Pemuda. Turun di depan Sri Ratu, cari Gang Grajen. Loenpia Mbak Lien ada di seberangnya.
  2. Bisa juga naik taksi kosti.

Catatan saya, harus cermat, karena banyak loenpia lainnya di sisi kanan kirinya.

Harga loenpia per porsi Rp 10.000,-

***

Lumpia Express saat hitching by myself ke Semarang akhir tahun 2012(doc pribadi)
Lumpia Express saat hitching by myself ke Semarang akhir tahun 2012
(doc pribadi)
  • Loenpia Express

Selanjutnya, aku mencoba Express. Loenpia ini adalah warung loenpia franchise. Buka dari pukul 05.00-22.00 WIB. Bertempat di Jalan Gajah Mada No. 142 Semarang, Indonesia,  telpon (024) 354 7697.

Tempatnya terlihat dari luar tampak seperti rumah makan fasfood lainnya. Bersih dan adem. Untuk yang senang dengan udara luar pun, disediakan tempat duduk diluarnya dengan pembatas kaca. Terlihat seperti aquarium. Heheheee…

Sayang, sewaktu aku mencicipi loenpia tersebut, kurang hangat.  Rasanya sih memang enak. Tapi jika hangat masuk dalam tenggorokan dan perut, tentu akan memberikan nilai plus kan?

Varian rasa di loenpia express ini diantaranya adalah:

  • Udang
  • Ayam
  • Kepiting

Harga loenpia per porsi Rp 10.000,-

***

Berikut adalah isian dan saus loenpia kering secara global.

Untuk isi:

  • Rebung
  • daging ayam giling
  • ebi halus
  •  udang kupas
  • bawang merah
  • bawang putih
  • batang seledri
  • merica bubuk
  • garam
  • gula pasir
  • bumbu penyedap rasa
  • kecap asin
  • kecap manis
  • minyak goreng secukupnya

Saus Kental:

  • Tepung sagu
  • Gula merah
  • Kecap
  • Garam

Setiap kuliner yang sudah dicoba ini, tergantung bagaimana proses memasak dan penyajiannya kan? Aku bisa memberikan nilai untuk kedua loenpia yang telah masuk perutku itu. Tinggal kamu deh yang harus mencoba kedua loenpia di beda tempat ini.

Selamat berburu loenpia yah teman-teman…. 😀 (jie)

***

Terima kasih untuk:

  1. Greenpeace yang mengajak saya dalam lomba Backpacking Race sehingga bisa menikmati loenpia Rp 0,-
  2. Primus teman Sail Morotai yang mengajakku ke Loenpia Express juga Rp 0,-
  3. Kedua sponsor perutku untuk Loenpia —-> Rp 0,- FREE, terima kasih 😀

***

Loenpia Express(doc pribadi)
Loenpia Express
(doc pribadi)

Ransel Wisata Menuju 4 Kota : Touchdown Borobudur

Horeeee….
Akhirnya tim utara, Climate Rescue Ranger berhasil menjalankan tugas sesuai misi yang diberikan oleh Greenpeace.
Tak hanya jalan-jalan, tetapi juga menghubungi CP dan narasumber untuk isu yang berkembang di seputar masyarakat. Serta mensosialisasikan “Energi Terbarukan” yang diusung oleh Greenpeace. Meski mungkin tulisan tersebut jauh dari kata sempurna, tapi kami senang melakukannya.
Takkan berhenti disini. Backpacin’ Race mungkin adalah langkah pembuka untuk semakin mengedepankan “rasa” dalam menikmati satu petualangan di sebuah perjalanan.
Hayuuuu…. terus melangkah backpacker!! ^^
Kawasan Borobudur, jalan menuju touchdown tim utara.(photo by Ejie)
Kawasan Borobudur, jalan menuju touchdown tim utara.
(photo by Ejie)

AKHIR YANG MENYENANGKAN, TOUCHDOWN

Petualangan berakhir di Borobudur. Climate Rescue Ranger, tim utara yang memulai perjalanan dari Jakarta, Cirebon, Pekalongan, Batang dan Semarang dengan semangat ranselnya. Kenapa harus ransel yah?

We're here.... touchdown Borobudur at 4 pm(photo by Astri, Greenpeace)
We’re here…. touchdown Borobudur at 4 pm
(photo by Astri, Greenpeace)

Wokeh dijelaskan. Dari awal sudah dikatakan bahwa menunggu adalah bagian dari perjalanan tim utara. Bukan hanya menunggu kendaraan, tetapi juga menunggu CP, menunggu jawaban SMS, menunggu konfirmasi, menunggu lobian tempat inap dan juga menunggu panggilan perut. Ehh…. Kenapa harus perut??

Wokeh kedua diterangkan. Urusan perut ini, agak berbeda. 2 orang demen nasi dan 1 orang bermasalah dengan nasi. Jadi untuk pilihan makanan sedikit bertoleransi dan mengalah. Perut 2 orang makan sedikit berantakan apabila tak masuk nasi, sementara perut 1 orang tak makan nasi tak menjadi masalah. Alhasil, perjalanan pun meskipun berasa ransel, tapi perut kita penuh dengan rasa koper. Ahahhahah….. macam-macam makanan (baca, cullinary-red) yang mampir ke dalam perut kami. Uhuuuuyyy… maknyus’e kalo kata Pak Bondan.

Hmmmm…. Tak apaa… tak apaaa…. Walaupun kami ransel, tapi kami tetap bersemangat di perjalanan, khususnya dalam mencari setiap kendaraan di 4 titik point persinggahan kami.

Kami akan selalu berteriak, “Cirebon, pak… Pekalongan bukan, pak? Atau ini ke Batang yah, pak? Roban??? Daaaaannn… Semaraaaaaaaaaangg…. Hayuuu brangcuzz teman-teman…” 😉

Oiyah, teriakan yang sama akan kami sampaikan kepada Greenpeace yang telah membuat kami bahagia dengan perjalanan ini, “Mau lagi yahh jalan-jalan serunya ke kota lainnya?? Mau ransel hayuuu… koper apalagi. Dijabanin dengan senang hati! Wkwkw… “

Well, c u at the next #Bacpacking Race at the other town…. ^_^

***

E.N.D 🙂

Siluet stupa Borobudur(photo by Astri, Greenpeace)
Siluet stupa Borobudur
(photo by Astri, Greenpeace)
1 langit cantik Borobudur menyambut tim utara(photo by ejie)
1 langit cantik Borobudur menyambut tim utara
(photo by ejie)